oleh

Indonesia Darurat Sampah Plastik

Tanganrakyat.id – Masih ingat dengan paus sperma yang terdampar di perairan Wakatobi pada 18 November 2018 kemarin ? Hal ini menandakan pencemaran laut di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan.

Dikutip dari sampah laut-world bank documents, sampah laut didefinisikan oleh UNEP (2009) sebagai “bahan padat yang sulit terurai, hasil pabrikan, atau olahan yang dicampakkan, dibuang, atau dibiarkan di lingkungan laut dan pesisir”.

Sampah Di Jalan Ir.H. Juanda Indramayu (Foto.Red)

Menurut Indonesia Solid Waste Association (InSWA), sebagaimana dikutip dari Antara kemudian dikutip kembali lingkunganhidup.com produksi sampah plastik di Indonesia sekitar 5,3 juta to per tahun. Sementara berdasarkan BPLHD, sampah di Jakarta sekitar 6.000 ton per hari – adalah sampah plastik. Jumlah tersebut berbeda jauh dengan jumlah sampah berbahan plastik yang ditemukan di pantai. Dari seluruh pantai, diperkirakan sebesar 57 persen merupakan sampah plastik.

Tau kah kamu ? Membuang sampah sembarangan ke sungai akan terbawa arus menuju ke muara kemudian berakhir di lautan lepas, dan itu akan menyebabkan kerusakan ekosistem, pencemaran laut, matinya hewa-hewan laut seperti burung laut, penyu, paus dll.

Kita harus mencegahnya sebelum  semua bertambah parah dengan cara yang amat mudah dan sederhana. contohnya ; Membuang sampah pada tempatnya, STOP buang sampah ke kali atau sungai, Menyortir sampah berdasarkan jenisnya, mendaur ulang sampah yang bisa di daur ulang seperti botol plastik, kain, kaleng dsb. Kemudian stop menggunakan sedotan plastik, gunakan jika memang benar-benar membutuhkan, dan ganti kantong plastik belanja kita pada tas jamil atau ransel. Beberapa hal sederhana itu dapat kamu coba dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari, jika bukan kita siapa lagi ? jika bukan sekarang, kapan lagi ? Save our eart ! (Yuliyah)

 

Komentar

News Feed