Tanganrakyat.id – AIDS Healthcare Foundation (AHF), organisasi AIDS global terbesar, kembali menyelenggarakan sejumlah acara komunitas yang beraneka ragam di 41 negara termasuk Indonesia dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia yang setiap tahunnya jatuh pada tanggal 1 Desember.
Dengan slogan Keep the Promise on HIV/IDS, AHF akan menandai kemajuan yang dibuat dalam upaya mengatasi penyakit menular ini.
Tahun 2018, AHF Indonesia memusatkan peringatan Hari AIDS Sedunia di Indramayu bersama Perkumpuan Setia Indonesia sebagai mitra AHF Indonesia pada Sabtu, 1 Desember 2018 mulai pukul 09.00 WIB. Acara hiburan, karnaval, pameran, tes HIV gratis, serta acara sermonial yang menampilkan budaya lokal akan ditampilkan dengan tujuan edukasi dan advokasi publik tentang program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia pada umumnya dan Kabupaten Indramayu pada khususnya.
Dengan semangat dan tujuan yang sama, AHF Indonesia juga mendukung peringatan Hari Aids Sedunia 2018 di beberapa tempat, khususnya yang diselenggarakan oleh mitra-mitra AHF Indonesia di DKI Jakarta dan Jawa Barat seperti: PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) DKI jakarta, Yayasan Layak (Depok, Jawa Barat), Resik (Purwakarta, Jawa Barat), Yayasan Matahati (Pangandaran, Jawa Barat) serta Yayasan Karisma (DKI Jakarta).
Data Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI mencatat, sejak pertama kali dilaporkan tahun 1987 hingga Maret 2018, jumlah kumulatif infeksi HIV di Indonesia mencapai 291.129 kasus dan jumlah AIDS mencapai 106.965 kasus. Kemenkes RI juga menyebutkan seluruh provinsi di Indonesia telah melaporkan adanya kasus HIV/AIDS.
Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki jumlah kasus HIV/ AIDS tinggi. Sementara itu, menurut data dari KPA Kabupaten Indramayu, sejak tahun 1993 sampai dengan bulan September 2018 Kabupaten Indramayu mencatat 3.258 kasus HIV/AIDS.
Program penanggulangan HIV di Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai fast track 90 90 90 dimana pemerintah Indonesia dan seluruh komponen terkait berkomitmen untuk mendorong 90% orang yang terinfeksi HIV tahu status HIV-nya, 90% orang yang sudah tahu status HIV-nya sudah memulai pengobatan ARV dan 90% orang yang telah melakukan pengobatan HIV tetap dalam pengobatan sehingga virusnya tersupresi.
Tujuan fast track 90 90 90 ini diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030 berdasarkan komitmen bersama negara-negara lainnya didunia.
Untuk mencapai tujuan tersebut, sangat dibutuhkan inovasi-inovasi yang diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih baik dengan cakupan yang lebih luas. Untuk itu, Hari AIDS Sedunia 2018 diselenggarakan dan didukung penuh AHF untuk mengingatkan janji para pemimpin atas komitmennya pada penanggulangan HIV/AIDS (KeepthePromiseonAids), memberikan edukasi yang tepat ke masyarakat tentang HIV/AIDS sebagai upaya preventif dan lebih dari itu mendukung ODHA dan populasi kunci di Indonesia lewat kampanye media sosial “Saya Sehat Saya Berani” (KkP)
Comment