oleh

Eks PSK Indramayu Di Latih Ketrampilan Oleh Dinsos

-Daerah, Sosial-1.529 views

Tanganrakyat.id – Indramayu – Dinas sosial Kabupaten Indramayu memberikan pelatihan ketrampilan dan juga usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) seperti Eks PSK, anak terlantar, Gelandangan dan Pengemis, juga Penyandang Disabilitas.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, Marsono, melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Atu Ika Putri, menjelaskan, pada tahun 2019 ini pihaknya akan melaksanakan bimbingan sosial serta pemberian bantuan modal berupa barang bagi penyandang PMKS sebanyak 1.030 orang. Sejak bulan Februari hingga dengan 2 Mei 2019 sudah terealisasi sebanyak 500 orang PMKS yang diberikan bimbingan sosial dan pelatihan ketrampilan.

“Sisanya sebanyak 530 PMKS akan kita laksanakan setelah Idul Fitri nanti. Insya Allah sebanyak 1.030 PMKS bisa kita selesaikan di tahun 2019 ini, ” tegas Atu.

Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Di Beri Ketrampilan Oleh Dinsos (Foto.Red)

Atu menegaskan, pemberian bimbingan sosial dan pelatihan ketrampilan ini merupakan amanat konstitusi yakni Peraturan Pemerintah Nomor 2 tahun 2018 tentang standar pelayanan minimal dan Permensos Nomor 9 tahun 2018 tentang standar teknis pelayanan dasar pada standar pelayanan minimal bidang sosial di daerah provinsi dan kabupaten/kota. Serta berdasarkan data PMKS yang belum pernah memperoleh bantuan pelayanan di Kabupaten Indramayu.

Seperti eks PSK di beri keterampilan pembuatan kue kering sebanyak 30 orang.

Untuk bimbingan sosial dan pelatihan bagi eks PSK dan kelompok minoritas ini kita lakukan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional lalu di Desa Majasari Kecamatan Sliyeg,” katanya.

Sebanyak 500 PMKS yang telah diberikan bimbingan sosial dan pelatihan ketrampilan yakni kelompok lanjut usia miskin produktif kita latih membuat kesed anyam sebanyak 70 orang.

Anak terlantar melalui kegiatan keterampilan pembuatan asesoris sebanyak 50 orang, pembuatan bakso sebanyak 50 orang, pangkas rambut sebanyak 100 orang.

Gelandangan dan pengemis melalui kegiatan keterampilan pembuatan anyaman kesed sebanyak 50 orang, pangkas rambut sebanyak 50 orang, dan pembuatan bakso sebanyak 50 orang.

Penyandang disabilitas melalui kegiatan keterampilan pangkas rambut sebanyak 50 orang.

“Selain bimbingan sosial dan pelatihan keterampilan kita juga berikan bantuan modal berupa peralatan atau toolkit kepada para PMKS, ” kata Atu. (Yul)

Komentar

News Feed