oleh

Unik, Sandiwara Cilik Dwi Kembar Dari Lamaran Tarung-Indramayu

Tanganrakyat.idIndramayu-Sandiwara Cilik Dwi Kembar asal Desa Lamaran Tarung, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu ini sungguh unik dan menginspirasi. Bagaimana tidak, melihat pertunjukan yang diperankan oleh “bocah-bocah cilik” dengan riang serta gelak tawanya, barang tentu mengingatkan kita tentang masa kecil dulu. Sandiwara Cilik tersebut diperankan oleh anak-anak kecil kelas 5/6 SD sejumlah 30 anak dan, baru berjalan selama 3 bulan belakangan ini.

Menurut Rukidin (46), Ketua Sandiwara Cilik Dwi Kembar, 3 bulan yang lalu mulanya anak-anak tersebut pentas namun belum ada ketuanya, medianya pun masih menggunakan kardus sehingga ketika terguyur hujan kardusnya terlihat mleyot dan basah kuyub.

“Itu yang menumbuhkan rasa simpati saya, kasihan kelihatannya, mungkin sewaktu saya kecil dulu sama seperti itu kali ya? jadi, ya saya modalin sedikitnya Rp.100-200 ribu terus dan anak-anak menunjuk saya sebagai ketua,” katanya. Selasa, (05/01/2021)

Masih menurut Rukidin yang akrab di panggil Koleng itu, untuk jadwal manggung kadang kalau cuacanya mendukung sering pentas juga.

“Dalam sekali pentas dapet Rp.250-300 ribu, buat makan anak-anak dulu kemudian ada bagian jajan Rp.3 ribuan/anak, sisanya untuk beli alat-alat sound sistem, lampu, sewa minicar dan, lain lain. Pemerannya ada 30 anak rata-rata anak kelas 5/6 SD tapi, mereka pada seneng karena itu mah kegiatan anak-anaknya sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, diterangkan oleh Ketua Sandiwara Cilik Dwi Kembar itu, untuk respon masyarakat sih bagus, selama 3 bulan pentas dan ngamen-ngamen lungmayan uangnya buat beli kabel dan jajan anak-anak. “Sebelumnya sudah ada yang sempat melirik sandiwara kita ‘aduh jhe bagus’, cuman selama ini untuk musiknya kita masih memakai handphone. Masih belum ada bantuan dari Pemerintah dan Dinas terkait, harapan kita supaya bisa lebih maju dong, anak-anak juga pengen baju buat mentas soalnya belum punya, kalau beli harganya Rp.150 ribu X 30 anak, kan kalau saya sendiri uang dari mana?,” ucapnya.

Terkait anak-anak yang masih di bawah umur, kadang-kadang orang tuanya ada yang ngelarang dan ada yang bilang bagus “jhe” supaya melatih kreatifitas anak-anak, pungkasnya.

Sementara itu, Ncas (23) warga setempat penikmat tontonan itu, Ia merasa kalau Sandiwara Cilik adalah kearifan lokal desanya yang seharusnya dilestarikan dan bisa menjadi sarana edukasi pada anak.

Baca juga: Sandiwara Cilik “Putra Kencana”

“Menurut saya Sandiwara Cilik adalah kearifan lokal Desa Lamaran Tarung yang harus di jaga dan dilestarika. mungkin, bisa menjadi sarana edukasi bagi anak-anak,” katanya. (Candra)

Komentar

News Feed