oleh

Aktivis Kemanusiaan KRI Bergabung Dengan Kansar Bandung Evakuasi Korban Tanah Longsor Sumedang

Tanganrakyat.id, Sumedang-Aktivis Kemanusiaan KRI (Komunitas Relawan Independen) turunkan anggotanya untuk evakuasi Korban tanah longsor di Dusun Bojong Kondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu 9 Januari 2021 malam.

Tim KRI (Komunitas Relawan Independen) Kabupaten Indramayu bergabung dengan Kansar Bandung, dan relawan lainnya dalam melakukan evakuasi tanah longsor di Desa Cihanjuang Sumedang. Anggota Rescue KRI berangkat ke Bandung Minggu pagi tanggal 10 Januari 2021.

Mencari Korban diantara longsoran tanah (Foto.Red)

Menurut Trio Karno (37) Tim Rescue KRI Kabupaten Indramayu untuk evakuasi pencarian korban pada hari ke 4 sangat sulit sekali di karenakan cuaca tidak mendukung, seperti ketebalan tanah longsor mencapai 4 meter.

“Kami semua disini sangat kesulitan untuk melakukan evakuasi pada korban yang saat ini masih tertimbun tanah langsor karena ketebalan tanah longsor mencapai 4 meter, juga kita sangat keterbatasan alat berat seperti beko, ditambah sangat bahaya karena kultur tanah masih ada pergerakan bisa jadi longsor susulan terjadi lagi, oleh karena itu saat melakukan evakuasi juga lebih ekstra waspada dan hati hati sekali,” ujar Karno, Selasa (12/1/2021) melalui sambungan selular.

Ditempat terpisah Ketua Aktivis KRI (Komunitas Relawan Independen) Kang Supardi menerangkan untuk anggotanya yang diterjunkan dimedan bencana sudah dilengkapi dengan alat safety yang memadai, dan juga lulus seleksi ketahanan fisik dan mental.

Kang Supardi, A.Md (kanan) Ketua Aktivis Kemanusiaan KRI Kabupaten Indramayu (Foto.Red)

” Anggota aktivis KRI yang kita berangkatkan ke tanah longsor di Sumedang sudah lulus seleksi baik fisik maupun mental, kita tidak main-main dengan bencana dan disana harus satu komando dibawah kendali Kansar Bandung. Pokoknya kalau mereka ragu-ragu segera kita suruh pulang,” tegas Kang Supardi, Selasa (12/1/2021) pukul 09:55 WIB yang lebih dikenal dengan nama Kakang Prabu ketika dilapangan.

Baca juga:Ketua Aktivis Kemanusiaan KRI Berikan Bantuan Ke Warga

Diketahui sebelumnya, bencana tanah longsor di Desa Cihanjuang terjadi saat siang hari. Bencana terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi wilayah Kecamatan Cimanggung. Pada awalnya, delapan rumah warga mengalami rusak berat akibat tertimbun longsor. Namun, kerusakan rumah bertambah saat terjadi longsor susulan pada Sabtu malam.(Cutisna)

Komentar

News Feed