oleh

Ketua Umum Prawita GENPPARI Paparkan Pentingnya Disiplin dan Tertib Administrasi Organisasi

Tanganrakyat.id, Bandung-Berbagai jenis dan ragam organisasi tumbuh subur di Indonesia sesuai dengan maksud dan tujuan pembentukannya masing – masing.

Dari satu sisi tentu merasa sangat bangga karena semangat berkelompok dan kebersamaan semakin menguat dalam mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien.

Namun disisi lain, harapan ini tidak semudah dalam mengatakannya, karena faktanya banyak organisasi yang lahir dan tumbuh tanpa pola asuh yang baik sehingga masih tampak bolong – bolong di sana sini yang masih harus terus dibenahi.

Salah satu kelemahan itu adalah terkait dengan “Tertib Administrasi”. Tentunya administrasi dalam arti luas, misalnya soal data dan administrasi keanggotaan, administrasi pengarsipan surat masuk dan keluar, administrasi keuangan, administrasi perencanaan dan pelaksanaan program, dan sebagainya

Hal tersebut dipaparkan Ketua Umum Prawita GENPPARI Dede Farhan Aulawi di Bandung, Sabtu (23/1).

Terkait hal tersebut, Pengurus DPP Prawita GENPPARI secara terus menerus selalu mengingatkan hal tersebut melalui berbagai program, baik yang sifatnya konsolidasi jajaran pengurus, aneka pelatihan dan pembekalan, seresehan, diskusi, dan lain – lain.

“Berbagai terobosan program selama ini diakuinya masih banyak yang belum terdokumentasi dengan baik dalam pengertian tertib administrasi pelaporan kegiatan. Mungkin karena semua pembiayaannya masih swadaya, maka administrasi seringkali terabaikan,” kata dia.

“Namun sejalan dengan waktu, terlepas dari sumber pendanaan maka pembenahan adminitrasi harus terus dilakukan,” imbuh Dede.

Kemudian Dede juga menjelaskan bahwa secara etimologis, administrasi berasal dari kata Administratie (bahasaBelanda), yang meliputi Stelselmatige verkrijging van gegeven atau kegiatan ketatausahaan.

“Dengan kata lain, kegiatan administrasi merupakan penyusunan dan pencatatan data dan informasi secara sistematis dengan maksud untuk menyediakan keterangan serta memudahkan memperolehnya kembali secara keseluruhan dan dalam hubungannya satu sama lain,” jelas Dede.

“Kelemahan kita selama ini seringkali menganggap enteng masalah administrasi karena memandang praktek di lapangan jauh lebih penting,” sambungnya.

Menurut Dede, padahal bobot pentingnya masalah administrasi organisasi ini sama dengan pentingnya kegiatan di lapangan. Mungkin semua memang masih butuh proses, butuh waktu untuk pembelajaran dan pembinaan.

“Namun demikian, saya yakin suatu saat tertib dan disiplin administrasi ini akan bisa untuk terus ditingkatkan. Semoga ke depan akan selalu lebih baik,” tandas Dede. (Red)

Komentar

News Feed