oleh

F-PRB Kabupaten Indramayu Patenkan Penelitian Respon Masyarakat Terhadap Virus Corona

Tanganrakyat.id, Indramayu-Peristiwa global mewabahnya pandemi Corona atau yang akrab disebut Covid-19, sebagai momok menakutkan bagi umat manusia. Tak terkecuali di Indonesia, khususnya di Kabupaten Indramayu sangat terdampak dengan Virus Corona dari pergerakan masyarakat sampai perekonomian.

Atas dasar tersebut F-PRB
(Forum Pengurangan Risiko Bencana) Kabupaten Indramayu melakukan penelitian mengenai “Respon Masyarakat Terhadap Covid 19” di Kabupaten Indramayu Tahun 2020.

Hasil penelitian F-PRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) Kabupaten Indramayu yang dipatenkan di Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Tahun 2021 (Foto.Red)

Ketua Umum F-PRB (Pengurangan Risiko Bencana) M. Alam Sukmajaya, ST, MM. Bersama tim terjun langsung ke masyarakat dengan prokes covid 19, sebagai Ketua Tim penelitian Ns. Lina Rahmawati, S.Kep., M.Kep.

Menurut Ketua Tim Ns. Lina Rahmawati, S.Kep., M.Kep. penelitian ini dilakukan F-PRB keberbagai lapisan masyarakat, mengenai respon wabah pandemic Covid 19. Juga agar masyarakat tetap survive menghadapi pandemic ini dan terlepas dari wabah maka jurnal ini menurut kami sebagai Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Kabupaten Indramayu dirasa penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana respon masyarakat mengenai wabah Pandemi Covid 19 ini.

“Penelitian dilakukan di Kabupaten Indramayu, data-data diperoleh dengan menyebarkan angket di 31 Kecamatan di Kabupaten Indramayu dimana setiap Kecamatan 20 responden mengisi angket yang disediakan oleh tim, kemudian data di analisis sehingga diperoleh bahwa sebagian besar masyarakat memperoleh informasi mengenai virus corona dari media elektronik televisi, sebagian besar masyarakat memahami apa itu ODP maupun PDP, sebagian besar masyarakat juga dengan banyaknya informasi mengenai Covid 19 ini lebih berhati-hati dan waspada, masyarakat sebagian besar mengurangi kegiatan di luar rumah, menjalankan himbauan pemerintah untuk tidak mengunjungi tempat keramaian seperti pasar, mall dan lainnya, selalu memakai alat pelindung diri seperti masker saat berbicara dengan orang lain atau keluar rumah, kemudian apabila ada tetangga atau kerabat yang batuk pilek maka menjauh tidak berinteraksi dengan orang tersebut, masyarakat juga melakukan pencegahan penularan virus corona yang sebagian besar menjawab banyak istirahat, makan buah dan sayuran, lebih sering mencuci tangan menggunakan sabun dan hand sanitizer,” ujar Ns. Lina Rahmawati, S.Kep., M.Kep. Minggu.30/1/2021) pukul 11:04 WIB. Saat ini beliau juga sebagai Direktur Akper Saifuddin Zuhri Indramayu.

Selain itu masyarakat juga tetap melakukan perilaku hidup bersih dan sehat ketika penyebaran virus corona masih berlangsung dengan cara rajin berolah raga, mengecek kesehatan. Dan terakhir masyarakat memahami bagaimana cara mencuci tangan yang baik dan benar,” ujarnya.

Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa saat ini penderita virus Corona semakin hari semakin meningkat walaupun sudah ada yang sembuh. Data terakhir dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten dan Pemulihan Ekonomi Kabupaten Indramayu pada Sabtu, 30 Januari 2021 pukul 12.00 WIB, terkonfirmasi di Kabupaten Indramayu: 2.862 orang (+51), meninggal : 97 orang (+0), selesai /Sembuh : 2.278 orang (+34)
Isolasi/Dalam Perawatan : 488 orang.

Leih lanjut kami F-PRB akan segera merekomendasikan pemerintah hasil penelitian yang dilakukan oleh F-PRB ini menjadi referensi bagi pemangku kepentingan khususnya pemerintah daerah dalam upaya mengurangi dan menanggulangi bencara Covid 19 di Kabupaten Indramayu. Pemerintah semestinya menggandeng organisasi dan masyarakat untuk ikut serta berpartisipasi dalam upaya penanggulangan wabah Covid 19 tak terkecuali F-PRB yang memiliki peran penting di mitigasi bencana. Upaya tidak hanya melindungi diri sendiri, akan tetapi orang lain disekitar kita dengan mengetahui fakta-fakta sehingga mengambil langkah pencegahan yang tepat.

Secara terpisah Ketua Umum F-PRB M. Alam Sukmajaya, ST, MM.mengatakan
bahwa respon masyarakat Kabupaten Indramayu cukup baik dalam upaya pencegahan dan penularan virus corona. Tantangan bagi pemerintah, petugas kesehatan, Forum Pengurangan Risiko Bencana, BPBD Kabupaten Indramayu, Satgas Covid 19 agar bersinergi melakukan berbagai upaya pencegahan dan penularan disesuaikan dengan kondisi di Kabupaten Indramayu sendiri dengan tidak mengensampingkan kebijakan daerah tentunya.

“Berdasarkan simpulan diatas F-PRB mengusulkan beberapa rekomendasi bagi bagi pemerintah sebagai berikut : (1) Pemerintah di setiap daerah harus mengetahui apa yang terjadi di wilayahnya sendiri dan melakukan tindakan nyata terkait PHBS untuk menurunkan jumlah kasus Covid 19, sehingga masa pandemic dapat berakhir dengan cepat (2) Edukasi mengenai penanganan dan pencegahan Covid 19 harus lebih masif tidak hanya penindakan tapi juga pendekatan door to door (3) penanganan covid harus terintegrasi dengan baik dari Desa, Kecamatan dan Kabupaten (4) Pelibatan stakeholder dalam menangani covid 19,” tegas Alam Sukmajaya. Minggu, (30/1/2021) yang juga sebagai Ketua komisi IV DPRD Kabupaten Indramayu dari Partai Golkar.

Baca juga: F-PRB Kirim Rekom Ke BPBD Kabupaten Indramayu Untuk Penanganan Covid-19

Penelitian ini untuk lebih menguatkan juga kita daftarkan atau kita patenkan di Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Tahun 2021. (C.tisna)

Komentar

News Feed