Mangga Agrimania Angkat Citra Indramayu

  • Bagikan
Kebun Mangga Agrimania jenis baru yang berhasil dikembangkan oleh seorang petani Haji Urip (Foto: Kang Supardi)

Tanganrakyat.id, Indramayu-Bukan hal baru jika Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat terkenal dengan buah mangganya karena sejak zaman nenek moyang daerah itu sudah dijuluki sebagai “Kota Mangga”.

Ada aneka buah mangga dihasilkan daerah itu seperti Mangga Cengkir, Mangga Gedong Gincu, Mangga Arumanis, Mangga Golek, Mangga Golek Madu, Mangga Lalijiwo, dan Mangga Gajah.

Haji Urip, memperlihatkan Mangga Agrimania, jenis baru yang berhasil dikembangkannya (Foto: Kang Supardi)

Lebih dari itu, ternyata ada lagi mangga varietas baru asli Kabupaten Indramayu yang mulai dikenal masyarakat luas dan selalu diburu para pecinta buah mangga. Agrimania, inilah mangga jenis baru yang berhasil dikembangkan oleh seorang petani, Haji Urip (55).

Pada 2011 Haji Urip mulai melakukan pembibitan Mangga Agrimania. Bibit pohon mangga itu bersumber dari sebuah pohon induk yang ditanam orangtuanya di halaman rumah mereka di Desa Nunuk, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu Jawa Barat.

“Dulu Orangtua saya awalnya menanam biji mangga, dikira pohon Mangga Gincu. Tidak tahunya buahnya mengalami perubahan bentuk dan rasa hingga menghasilkan mangga yang sekarang kita kenal dengan Mangga Agrimania,” kata Haji Urip dalam perbincangan dengan wartawan di Agrowisata Blok Situbolang, Desa Jatisura Indramayu, Jum’at (15/10/2021).

Selanjutnya pada 2014 Haji Urip mengikuti lomba Buah Unggul Nusantara, dan menjadi juara pertama. Di tahun itu pula ia kemudian mengajukan sertifikasi Mangga Agrimania agar memiliki hak paten.

Kang Supardi (kiri) wartawan dari media www.tanganrakyat.id bersama Haji Urip (Foto: Kang Supardi)

Dia juga mengajukan sertifikasi benih mangganya ke Balai Pengawasan dan Sertikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura. Pada 7 Agustus 2019, sertifikasi itu keluar dengan nomor register 125/A.Mg/2018/JBT.3/ii/1/2019 sd 125/A.Mg/2018/JBT.3/ii/65/2019. Mangga tersebut tersertifikasi sebagai varietas unggul baru asli Indramayu dengan nama Agrimania.

“Agri itu ‘kan’ dunia pertanian. Mania itu artinya hobi. Karena saya hobi pertanian, makanya saya kasih nama Agrimania,” tutur petani mangga yang juga pernah duduk di Komisi III DPRD Kabupaten Indramayu periode 2004 – 2009 itu.

Haji Urip juga membuat Kelompok Tani Holtikultura Agrimania, dan dia mendapat amanah sebagai ketuanya. Adapun lahan yang digarap sekitar 15 hektare dengan mengunakan tehnik tanam Ultra Hight Density Plantation (UHDP) dalam penanaman pohon mangganya. Dengan teknik itu pohon ditanam dengan jarak sangat rapat, yakni 2,5 x 3 meter.

Terkait harga jual Mangga Agrimania, Haji Urip membanderol harga senilai Rp 50 ribu per kg, sedangkan di supermarket harga mangga Agrimania mencapai Rp 80 ribu per kg untuk grade A dan Rp 60 ribu untuk grade B.

Khusus di kawasan Agrowisata Blok Situbolang, Desa Jatisura Indramayu, Haji Urip juga menanam jenis mangga Miyazaki, Irwin, Chokanan, dan Red Ivory serta durian, kelengkeng, jambu air, dan jambu biji hingga kurma dan zaitun.

Mengenai Mangga Agriamania itu sendiri, PT Pertamina Refinery Unit  VI Balongan melihat pembudidayaannya mempunyai prospek cerah, sehingga Pertamina memberdayakan Kelompok Wong Tanggul Ceblok (WTC) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan luas lahan 4,5 hektare di lingkungan perumahan Bumi Patra Indramayu.

Nur Qadim VP (Vice President) Refinery & Petrochemical Optimization – R&P (Refinery&Petrochemical) PT KPI (Kilang Pertamina Internasional) (Foto: Kang Supardi)

Dalam kaitan itu, Nur Qadim VP (Vice President) Refinery & Petrochemical OptimizationR&P (Refinery&Petrochemical) PT KPI (Kilang Pertamina Internasional)- Jakarta dan pernah menjabat sebagai General Manager RU (Refinery Unit) VI Balongan mengatakan, Pertamina melihat mangga varietas baru asli Indramayu itu sangat potensial untuk dikembangkan secara ekonomis dalam kerangka pemberdayaan petani mangga di lingkungan Kabupaten Indramayu.

“Mangga Agrimania memiliki cita rasa berbeda dan ukuran buah yang besar sehingga sangat disukai konsumen. Saat ini produksinya masih relatif kecil untuk dideliver ke pasar nasional. Untuk itu salah satu upaya yang didukung Pertamina Balongan adalah pemanfaatan lahan komplex Perumahan untuk budi daya bekerjasama dengan Kelompok Tani Ceblok,” katanya.

Ia berharap langkah itu dapat mendorong peningkatan produksi mangga khas tersebut serta memberikan kesejahteraan bagi para petaninya. Kegiatan itu merupakan satu bentuk kepedulian Pertamina terhadap “stakeholder” (pemangku kepentingan) di lingkungan usahanya serta merupakan satu bentuk sinergi dalam gerak pembangunan nasional.

“Kita berharap industri pengolahan minyak di RU VI Balongan dapat tumbuh dan berkembang, bergandengan dengan kemajuan pertanian dan perkebunan. Pertamina maju masyarakat sejahtera,” kata Nur Qadim dalam perbincangan dengan wartawan di Indramayu belum lama berselang.

Sementara itu Haji Casim (54) Kepala Dinas  Kebudayaan dan Parwisata Kabupaten Indramayu (Kadisbupar) mengatakan, terkait potensi pariwisata Kabupaten Indramayu yang lokasinya di Indramayu tengah agak ke barat ada Destinasi Angrimania atau Obyek Wisata Angrimania yang dikelola oleh Haji Urip.

Di situ dibudidayakan berbagai buah-buahan, dan wisatawan yang berkunjung ke daerah itu juga telah sediakan fasilitas umum seperti Musholla dan berbagai macam kuliner dengan tempat yang aman dan nyaman.

“Kabupaten Indramayu dikenal dengan predikat ‘Kota Mangga’ karena menghasilkan aneka mangga seperti Mangga Gedong Gincu, Mangga Lalingjiwo, Mangga Arum Manis, dan Mangga Gajah. Ternyata di daerah destinasi wisata itu ada lagi satu varietas baru yang dinamai Mangga Agrimania yang rasanya khas dan ukurannya lebih besar dari buah yang ada,” katanya.

Haji Casim Kepala Dinas  Kebudayaan dan Parwisata Kabupaten Indramayu (Foto: Kang Supardi)

Dalam perbincangan dengan wartawan baru-baru ini, Kadisbudpar Kabupaten Indramayu itu lebih lanjut mengharapkan banyaknya wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke tempat-tempat wisata di Kabupaten Indramayu, terutama ke Angrowisata Mangga Agrimania.

“Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada PT Pertamina RU VI Balongan yang terus mendukung pengembangan obyek-obyek wisata di Kabupaten Indramayu, khususnya di Angrowisata Angrimania melalui CSRnya. Indramayu Seru, Indramayu ‘Bermartabat’: Bersih, Religius, Maju, Adil, Makmur dan Hebat,” kata Haji Casim.

Secara terpisah, M Alam Sukmajaya, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Indramayu menuturkan, Mangga Agrimania adalah varietas baru di antara mangga lain yang sudah lebih dulu terkenal di Kabupaten Indramayu, dan mangga varietas baru itu menjadi pilihan bagi masyarakat yang menyukai buah mangga.

M Alam Sukmajaya, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Indramayu Jawa Barat (Foto: Kang Supardi)

“Saya tentu sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pak Haji Urip dan PT Pertamina RU VI Balongan yang selama ini begitu konsisten mengembangkan varietas Agrimania, sehingga nama Indramayu mengemuka dengan mangga varietas baru tersebut,” katanya kepada pers di Indramayu pekan lalu.

Baca juga: Kang Supardi, Wartawan Muda Penuh Berkah

Ia lebih lanjut mengharapkan, apa yang dilakukan Haji Urip bisa menjadi motivasi untuk para petani atau kelompok tani mangga untuk bisa lebih kreatif lagi dalam mengembangkan varietas mangga di Kabupaten Indramayu. (Kang Supardi)

  • Bagikan

Comment