DPP Foksi Sukses Selenggarakan Festival Budaya dan Lomba Kesenian di Indramayu

  • Bagikan

Tanganrakyat.id, Indramayu – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Komunikasi Santri Indonesia (Foksi) sukses selenggarakan festival budaya dan lomba kesenian di Kabupaten Indramayu, Minggu (31/7/2022).

Acara ini di selenggarakan selama dua hari, bertempat di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Darul Falah Singaraja Indramayu. dengan membawakan tema “Menumbuhkan Fanatisme Budaya Bagi Generasi Santri Indonesia, Mewujudkan Indonesia Berkarakter Nasionalisme”.

Dengan rangkaian acara meliputi penyelenggaraan lomba pidato, marawis, nasyid, serta puisi monolog. Kemudian disambung dengan talkshow kebudayaan dan festival budaya.

Pada kesempatan itu Ketua Umum DPP Foksi Muhammad Natsir Sahib menyampaikan, perlunya digencarkan berbagai festival budaya dan kesenian yang ada di daerah agar tidak punah digilas oleh budaya asing yang datang.

“Saat ini telah terjadi kemunduran pada generasi muda Indonesia, banyak gempuran budaya dan ideologi asing yang berfaham radikalisme, intoleran serta terorisme” terang Natsir.

Selanjutnya, Natsir selaku Ketum DPP Foksi berharap dengan terselenggaranya acara dapat melestarikan budaya Indonesia khususnya yang ada di daerah.

“Dengan terselenggaranya acara ini kita dapat mengingat kembali bahwa budaya kita ini amat kaya,” pungkas Natsir.

Dalam penyelenggaraan acara tersebut, Dia mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh stake holder yang ada di Kabupaten Indramayu, para sponsor, dan seluruh orang yang terlibat dalam menyukseskan penyelenggaraan festival budaya di Kabupaten Indramayu.

Pagelaran Seni dan Budaya di Ponpes Tahfidzul Qur’an Darul Falah Indramayu.

Sementara itu, KH Ahmad Munsit selaku Ketua Yayasan Darul Falah Kepolo turut memberikan tanggapan terkait penyelenggaraan festival budaya yang diselenggarakan dalam kawasan Ponpes Tahfidzul Qur’an Darul Falah Singaraja Indramayu.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjunjung kebudayaan lokal dan menginformasikan kembali sejarah-sejarah yang telah ada sehingga khalayak dapat mengerti arti dan makna dari budaya yang telah ditinggalkan para leluhur.

“Mari kita sama-sama melestarikan budaya Indonesia yang telah ada dan jauhi budaya asing yang intoleran serta radikal,” imbau Ahmad Munsit.

Akhir kata Ahmad Munsit berpesan kepada umat Islam dan para santri, bahwa dakwah saat ini bukan hanya menggunakan kitab, akan tetapi dakwah saat ini bisa melalui retorika kesenian dan kebudayaan.

Acara ini juga mendapatkan tanggapan positif dari peserta acara yang hadir, Malik warga Indramayu asal desa Singaraja menuturkan kegiatan festival budaya yang diselenggarakan oleh Foksi sangat menarik dan menghibur.

“Kegiatan festival budaya ini banyak memperlihatkan berbagai kesenian asli Indonesia dan kesenian daerah yang ada di Indramayu,” ucap Malik.

Kegiatan Festival Budaya yang diselenggarakan oleh Foksi, turut dihadiri unsur Pemerintahan Kabupaten Indramayu, Polres Indramayu, Prof. Rokhmin Dahuri, Sujiwo Tejo, KH Ahmad Munsit, Ketua Dewan Kesenian Indramayu beserta Budayawan Indramayu.

Baca Juga: Sejarah Indramayu: Wiralodra DNA Banyuurip, dan Endang Darma?

Perlu diketahui, DPP Foksi akan menyelenggarakan kegiatan festival budaya di 15 kota yang ada di Indonesia.
(MTH/HZ)

  • Bagikan

Comment