SMPN 4 Kota Cirebon Diduga Jual Beli Kursi Kelas PPDB

  • Bagikan
SMPN 4 Kota Cirebon Diduga Jual Beli Kursi Kelas PPDB (Foto: Red)

Tanganrakyat.id, Cirebon – SMP Negeri 4 Kota Cirebon diduga kuat jual beli kursi kelas pada saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2022, pada Juli lalu. Hal tersebut terindikasi adanya penerimaan sejumlah siswa melalui cara yang kotor. Kamis, (21/72022).

Dugaan ini muncul, karena adanya 6 siswa yang diterima pihak sekolah, padahal radius dan domisili mereka diluar zonasi.

Saat awak media mencoba mengkonfirmasi kepada sekolah yang bersangkutan, namun Kepala Sekolah mewakilkan kepada Wakasek (wakil kepala sekolah), Ano, yang didampingi Guru Olahraga Ari.

Ari mengatakan, bahwa pihaknya hanya sebatas menerima calon peserta didik baru saja, terkait 6 (enam) siswa tersebut menurutnya hal itu bukan kewenangan mereka, melainkan kewenangan Dinas Pendidikan Kota Cirebon selaku pihak yang bertanggungjawab.

“kami disini hanya sebatas menerima siswa saja, kami gak bisa gasar-geser itu, pihak sekolah gak ada wewenangan, itu panitia PPDB, ”kata Ari, di depan teras kantin. Pada Kamis, (21/7/2022) lalu.

Ari menambahkan, “silahkan bapak tanya ke pejabat dinas (disdik) disana, ketua panitia siapa, pejabatnya siapa, semua sekolah disini tidak bisa menggasar-geser tidak bisa mengunci, dari satu sampe lapan belas, terkait penemuan itu ya mangga ada di panitia dinas pendidikan, ”paparnya.

Atas dugaan tersebut, pihak sekolah terkesan melemparkan hal itu ke pejabat Dinas Pendidikan Kota Cirebon.

Lebih lanjut, pihaknya (red:sekolah) menabrak Peraturan Wali (Perwali) Kota Cirebon Nomor 43 Tahun 2021, tentang; Perubahan Ketiga Atas Peraturan Wali Kota Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pedoman Penyelenggaran PPDB Pada Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama atau Bentuk Lain yang Sederajat.

Dijelaskan dalam pasal 11A huruf (a) dan (b); ayat (2) dan (3) yang berbunyi ; Pasal 11A; daya tampung penerimaan peserta didik baru Sekolah Menengah Pertama, sebagaimana dimaksud dalam pasal 11 huruf (a), dilaksanakan dengan ketentuan ; (a). 50% (lima puluh per seratus) dari daya tampung dialokasikan untuk calon peserta didik baru berdasarkan zonasi. (b). 50% (lima puluh per seratus) sebagaimana dimaksud huruf (a) terdiri dari ; Ayat (2). 10% (sepuluh per seratus) bagi calon peserta didik yang berdomisili dari luar Daerah Kota dengan memberikan prioritas kepada calon peserta didik yang bersekolah di Daerah Kota; dan; Ayat (3). 80% (delapan puluh per seratus) diprioritaskan bagi calon peserta didik yang berdomisili Daerah Kota Cirebon.

Indikasi dari ke enam (6) siswa tersebut adanya penguncian oleh pihak sekolah selaku penerimaan peserta didik baru, sehingga mereka tidak tergeser dan atau diduga kuat menjual kursi kelas kepada siswa yang dimaksud.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan, Kadini., S.Sos., menegaskan melalui SK. Kadisdik No. 421/0 800-Disdik/2021 tentang Petunjuk Teknis (juknis) di seluruh sekolah SD maupun SMP di Kota Cirebon terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2022, dilaksanakan dengan Objektif, Transparan, Akuntabel, Non-Diskriminatif.

Baca juga :

Bangun Literasi Desa Segeran, KKN IAIN Cirebon Adakan Taman Baca Lesehan

Sehubungan dengan itu, pihak media sudah 6 (enam) kali mencoba untuk mengkonfirmasi ke Dinas Pendidikan Kota Cirebon, namun tidak ditemui dengan alasan banyak kegiatan diluar.

Sampai dengan pemberitaan ini terbit, pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, belum bisa memberikan keterangan. (TM/IR-Red)

  • Bagikan

Comment