Dinkes Madina Gandeng dr Jiwa Guna Penanganan ODJG

  • Bagikan
Dinkes Madina Gandeng dr Jiwa Guna Penanganan ODJG (Foto : Red)

Tanganrakyat.id, Mandailing Natal – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) adakan Workshop Pelayanan Kesehatan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa Berat (ODGJ) di Aula Ladang Sari Lintas Timur Panyabungan. Rabu (7/6/2023).

Dalam kegiatan ini, pihak Dinas Kesehatan menggandeng Dokter PJ Keswa dari 26 Puskesmas yang ada di Madina, juga turut menggandeng dr Ricky Wijaya Tarigan M.ked (KJ), Sp.KJ dari Rumah Sakit Jiwa Medan serta dr. Walter, S.kep.,Kep,.Sp.Kep.J dari Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara untuk membahas dan memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi penderita OGJD.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madina dr M. Faisal Situmorang mengatakan dalam undang-undang no18 tahun 2014 tentang kesehatan juga disebutken masalah kesehatan jiwa merupakan tenggung jawab pemerintah dan pemerintah daerah dalam penatalaksanaan ODGJ.

“ODGJ yakni orang yang memiliki masalah pada kejiwaannya yang mempengaruhi cara berpikir, berperilaku, serta emosinya dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut menyebabkan penderitanya kesulitan menjalani hidup dengan normal, terutama dalam berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya,” katanya.

Selain itu, kata dr Faisal dalam upaya penanganan dan penjangkauan ODGJ di Kabupaten Madina, pihaknya juga akan berupaya memberikan pelayanan yang terbaik untuk pemulihan kesehatan jiwa pagi penderitanya.

“Dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan jiwa yang optimal bagi setiap individu, keluarga dan masyarakat dimulai dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatve yang diselenggarakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan oleh pemerintah dan pemerintah daerah dan masyarakat,” ucapnya.

Masih kata Faisal, dalam upaya pelayanan kesehatan bagi ODGJ harus segera ditangani agar mendapatkan penanganan yang tepat dan juga memberikan pelayanan dan solusi, juga memberikan edukasi dan motivasi kepada keluarga akan pentingnya pemeriksaan dan pengobatan penderita secara teratur dan berkesinambungan.

“Oleh karena itu pelayanan kesehatan jiwa pada Orang dengan Gangguan Jiwa Berat, sesuai standar (Skizoprnia dan Psikotik Acut ) sebagai upaya pencegahan sekunder meliputi pemeriksaan kesehatan jiwa dan edukasi,” sambungnya.

Adapun jumlah ODGJ berat Tahun 2022 di Kabupaten Madina terdapat 420 orang, Skizoprnia 418 orang, dan Psikotik Acut 2 orang. Sementara pasien yang di Pasung ada 20 orang, namun dari 20 pasien pasung ini terdapat 3 orang pasien pasung Situasional atau (Lepas buka pasung).

Baca juga :

ODGJ Dari Indramayu Dipasung Selama 10 Tahun, Akhirnya Ditangani Medis RSJ Provinsi Jawa Barat

Untuk itu sambung dr Faisal Situmorang, pencapaian pelayanan ODGJ berat di Kabupaten Madina yang sudah ditangani mencapai 65,21 persen.

Tak hanya sebagai wadah menambah pengetahuan, acara Workshop satu ini juga memiliki beragam manfaat lain yang dapat meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Madina, tutupnya.

Penulis: SNPEditor: Deni
  • Bagikan

Comment