Komisi VI DPR RI Tinjau Kelayakan Huntara Aceh Tamiang dan Proyek Strategis Tol Binjai–Langsa

  • Bagikan
Komisi VI DPR RI Tinjau Kelayakan Huntara Aceh Tamiang dan Proyek Strategis Tol Binjai–Langsa (Foto: Red)

Jakarta, tanganrakyat.id – Komisi VI DPR RI bersama PT Hutama Karya (Persero) dan Badan Pengaturan BUMN melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kabupaten Aceh Tamiang dan proyek pembangunan Jalan Tol Binjai–Langsa pada Rabu Kliwon (22/07).

Kunjungan yang dipimpin oleh Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI Andre Rosiade ini bertujuan untuk meninjau secara langsung kondisi Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana serta memantau perkembangan pembangunan koridor utama Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

​Dalam peninjauan tersebut, rombongan yang turut didampingi oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, serta Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro mendatangi langsung lokasi Huntara di Aceh Tamiang.

Kunjungan ini dilakukan guna memastikan kenyamanan serta kelayakan fasilitas tempat tinggal yang masih ditempati oleh masyarakat sambil menanti penyelesaian pembangunan Hunian Tetap (Huntap), di mana Andre Rosiade secara khusus meminta Hutama Karya bersama Danantara untuk segera memperbaiki fasilitas yang mulai mengalami kerusakan.

Proyek pembangunan Jalan Tol Binjai–Langsa (Foto: Red)

​”Kami meminta Hutama Karya bersama BUMN Karya lainnya melalui Danantara untuk melakukan pengecekan ulang terhadap seluruh Huntara yang telah dibangun dan segera melakukan pemeliharaan pada bagian yang rusak agar masyarakat tetap dapat tinggal dengan nyaman,” ujar Andre Rosiade di Aceh Tamiang.

​Selain meninjau Huntara, agenda kunjungan dilanjutkan dengan memantau langsung perkembangan proyek pembangunan Jalan Tol Binjai–Langsa di Rest Area ruas yang telah beroperasi hingga Pangkalan Brandan. Proyek strategis nasional sepanjang total 130,7 kilometer ini terbagi ke dalam lima seksi, di mana ruas Binjai hingga Pangkalan Brandan sepanjang 57,5 km telah beroperasi penuh dan melayani mobilitas publik secara optimal.

Baca juga:

Akselerasi Tol Trans Sumatera: Hutama Karya Targetkan Ruas Aceh-Jambi Rampung di 2026

​Ke depan, percepatan pembangunan ruas lanjutan seperti Pangkalan Brandan–Langsa serta rencana pembangunan tol Langsa–Aceh Tamiang dinilai sangat mendesak karena memiliki fungsi ganda, yakni selain memperkuat konektivitas ekonomi antara Sumatra Utara dan Aceh, juga berfungsi strategis dalam mitigasi bencana serta mempercepat distribusi logistik dan bantuan kemanusiaan di wilayah utara Sumatra.

 

Penulis: Achmad A'la Derajat
  • Bagikan

Comment