Hutama Karya Perkuat Digitalisasi Infastruktur Lewat BIM Dan Lean Construction

  • Bagikan
Hutama Karya Perkuat Digitalisasi Infastruktur Lewat BIM Dan Lean Construction (Foto: Red)

Jakarta, tanganrakyat.id  – PT Hutama Karya (Persero) semakin memantapkan posisinya sebagai pelopor inovasi di sektor konstruksi nasional dengan mengoptimalkan penerapan Building Information Modeling (BIM), teknologi LiDAR, serta Lean Construction di berbagai proyek strategis.

Langkah transformatif yang diperingati bertepatan dengan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ini bertujuan untuk mendorong efisiensi biaya dan waktu, menekan risiko rework, serta meningkatkan standar kualitas pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, jembatan, bendungan, dan gedung di seluruh Indonesia.

​Transformasi digital di tubuh Hutama Karya telah dimulai sejak penugasan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) pada tahun 2014, yang kemudian dilembagakan melalui pembentukan Unit BIM hingga meraih sertifikasi internasional ISO 19650 Kitemark pada 2021. Kini, pemanfaatan BIM mencakup seluruh siklus proyek mulai dari tahap perencanaan, konstruksi, hingga pengelolaan aset berkelanjutan. Seluruh proses ini didukung oleh sistem Common Data Environment (CDE) yang memungkinkan tim internal dan pemilik proyek mengakses data secara real-time dan terintegrasi.

Hakteknas 2026: Hutama Karya Jadi Wajah Kebangkitan Teknologi Konstruksi Indonesia (Foto: Red)

​Penerapan teknologi modern ini terbukti memberikan dampak nyata dan signifikan di berbagai proyek lapangan. Pada Proyek Bendungan Semantok, penggunaan BIM berhasil menghindari potensi keterlambatan hingga 6 bulan serta mencegah kerugian akibat rework hingga 8% dari nilai kontrak. Sementara itu, pada proyek Jalan Tol Bayung Lencir–Tempino Seksi 3, optimalisasi perencanaan berhasil mempercepat penyelesaian proyek dari 20 bulan menjadi 17 bulan. Di Ibu Kota Nusantara (IKN), penerapan Lean Construction sukses menekan biaya sewa alat hingga 20% dan menurunkan emisi karbon sebesar 50 ton CO₂.

​Selain BIM, Hutama Karya juga mengandalkan teknologi LiDAR dan Photogrammetry guna menghasilkan survei topografi serta pemetaan kondisi eksisting yang jauh lebih cepat, akurat, dan aman dibandingkan metode konvensional. Keunggulan inovasi ini merupakan warisan dari semangat kemandirian teknologi bangsa meneladani jejak teknologi Sosrobahu karya Ir. Tjokorda Raka Sukawati yang mendunia sekaligus memperlihatkan konsistensi perusahaan dalam mengadopsi kemajuan teknologi global ke dalam ekosistem konstruksi lokal.

​Mengacu pada Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025–2029, Hutama Karya berkomitmen untuk terus memperluas integrasi data, pemanfaatan data analytics, serta mengeksplorasi teknologi masa depan seperti Artificial Intelligence (AI) dan Digital Twin.

Baca juga:

Lakukan Pemeliharaan Oprit Jembatan Batang Serangan, Hutama Karya Uji Coba Contraflow di KM 55 Tol Binjai–Langsa

Plt. EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, pada Senen Wage, 10 Agustus  2026, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari identitas perusahaan untuk menghadirkan karya infrastruktur dari Sabang hingga Merauke yang terukur, akuntabel, dan berstandar global guna mendukung percepatan pembangunan nasional yang berkelanjutan.

 

Penulis: Achmad A'la Derajat
  • Bagikan

Comment