Tangerang Selatan, tanganrakyat.id – Rapat Pleno Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) ke-2 yang dipimpin oleh Ketua Umum PBMA Dr. KH Jazuli Juwaini MA pada awal September 2026 di Tangerang Selatan menunjukkan adanya arah baru dalam pengelolaan Mathla’ul Anwar.
Gagasan utama yang mengemuka adalah lompatan tinggi melalui kerja kolektif dengan sasaran utama memperkuat organisasi, jejaring, pendidikan dan dakwah serta komunikasi publik.
Secara strategis, gagasan “Mathla’ul Anwar naik level” menunjukkan pergeseran orientasi, dari sekadar mempertahankan eksistensi organisasi menuju penguatan kapasitas dan perluasan pengaruh.
Slogan “Tiada orang di Nusantara, kecuali semua tahu Mathla’ul Anwar” dapat dibaca sebagai dorongan agar aktivitas organisasi tidak berhenti pada kerja internal, tetapi juga hadir dalam ruang publik.
Pelantikan Pengurus Wilayah Mathla’ul Anwar (PWMA) Yogyakarta, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Jawa Barat, serta pengembangan Mathla’ul Anwar di Thailand, Kuala Lumpur, dan Amsterdam memperlihatkan upaya memperluas basis organisasi, sekaligus membangun jejaring global.
Aspek lain yang penting adalah komunikasi publik. Dorongan menggunakan media mainstream menunjukkan kesadaran bahwa kerja organisasi membutuhkan publikasi yang sistematis. Pengalaman Ketua Umum selama sekitar 11 tahun sebagai ketua fraksi menjadi modal dalam memahami pentingnya hubungan antara kerja organisasi dan pemberitaan.
Di bidang pendidikan, Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) ditempatkan sebagai salah satu instrumen pertumbuhan. Target peningkatan jumlah mahasiswa dari sekitar 2.800 menjadi 8.200 menunjukkan adanya orientasi ekspansi yang relatif besar. Kerja sama dengan industri, CSR, serta penguatan asesor menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas tersebut.
Sementara itu keterlibatan Himpunan Alumni Mathla’ul Anwar menunjukkan bahwa PBMA mulai melihat alumni sebagai kekuatan jejaring yang perlu diintegrasikan dengan struktur organisasi.
Baca juga:
Pimpinan Muslimat Mathla’ul Anwar Audiensi Dengan Ketum PBMA
Dengan demikian, arah yang terlihat dalam pleno bukan hanya konsolidasi organisasi, tetapi repositioning Mathla’ul Anwar dari organisasi yang kuat secara historis menuju organisasi yang lebih terlihat, terhubung, produktif, dan memiliki daya jangkau nasional hingga global.
Kuncinya, tetap pada satu hal sebagaimana kerap ditekankan Ketua Umum bahwa lompatan tinggi membutuhkan kerja kolektif.
H.S. Miharja, Ph.D adalah Ketua Bidang Litbang Pengurus Besar Mathla’ul Anwar PBMA, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung.












Komentar