Hutama Karya Ngebut Pulihkan Infrastruktur Aceh: Akses Jalan dan Air Bersih Dikebut Rampung Akhir 2026

Jakarta, tanganrakyat.id – ​PT Hutama Karya (Persero) mempercepat penanganan tanggap darurat infrastruktur jalan nasional dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang terdampak bencana di Provinsi Aceh.

Proyek pemulihan yang digarap sejak Desember 2025 ini melibatkan pengerjaan perkuatan lereng, pembangunan jembatan, hingga fasilitas air bersih di berbagai titik strategis demi mengembalikan mobilitas serta layanan dasar masyarakat.

​Penanganan infrastruktur jalan difokuskan pada tiga ruas nasional di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga, yakni ruas SP Uning–Bts. Gayo Lues (PPK 3.3), Bts. Aceh Tengah/Gayo Lues – Blangkejeren (PPK 3.4), serta Bts. Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane (PPK 3.5). Berdasarkan data hingga minggu ketiga Agustus 2026, progres fisik di ketiga ruas tersebut masing-masing telah mencapai 58,78%, 46,17%, dan 57,06%, dengan pengerjaan mencakup dinding penahan tanah (DPT), bore pile, jembatan, hingga perbaikan badan jalan.

​Selain akses darat, Hutama Karya turut menggenjot pemulihan layanan air bersih melalui pembangunan SPAM Pascabencana di wilayah Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Proyek yang dimulai pada 22 Desember 2025 ini mencakup pembangunan 20 titik sumur bor, rehabilitasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) eksisting, serta pembangunan dua unit IPA baru yang hingga Agustus 2026 progres fisiknya telah menyentuh angka 39,25%.

​Seluruh rangkaian proyek penanganan darurat ini ditargetkan rampung secara keseluruhan pada 31 Desember 2026 dengan melibatkan ratusan tenaga kerja dan karyawan di lapangan. Pjs. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, pada Senen Pahing, 7 September 2026,  menyatakan bahwa percepatan ini dilakukan secara terkoordinasi bersama Kementerian PU dan instansi terkait guna memastikan kualitas serta ketepatan waktu.

Baca juga:

Hutama Karya Manjakan Pengguna Jalan di Hari Pelanggan Nasional 2026, Hadirkan Diskon Tarif Tol 10 Persen

​Langkah percepatan pemulihan ini tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik semata, melainkan juga untuk membangkitkan kembali roda perekonomian, distribusi logistik, dan aktivitas sosial masyarakat Aceh. Upaya tersebut sejalan dengan visi Asta Cita Pemerintah dalam memperkuat konektivitas antardaerah serta menjamin pemerataan kualitas hidup masyarakat di wilayah pascabencana.

Komentar