Jakarta, tanganrakyat.id – PT Elnusa Tbk (Elnusa, IDX: ELSA) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional melalui penguatan teknologi, inovasi, serta keunggulan operasi. Momentum peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81 yang jatuh pada 28 September 2026 menjadi refleksi bagi perusahaan jasa energi terintegrasi ini untuk terus mengambil peran strategis di berbagai mata rantai industri energi Indonesia.
Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, Elnusa membentang kapabilitas dari hulu hingga hilir secara komprehensif. Di sektor hulu, perusahaan memperkuat kontribusi lewat layanan Geophysical & Reservoir Services, pengeboran dan perawatan sumur, hingga Engineering, Procurement, Construction, Operation & Maintenance (EPC-OM) guna mendukung optimalisasi produksi migas nasional. Sementara itu, di lini hilir dan rantai pasok, Elnusa menghadirkan dukungan maritim, pengelolaan terminal dan depot seperti Fuel Terminal Palaran dan Terminal LPG Kolaka serta distribusi BBM untuk menjaga keandalan energi hingga ke berbagai wilayah.
Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, menjelaskan bahwa kemajuan sektor energi saat ini sangat bergantung pada ekosistem industri nasional yang adaptif dan menguasai teknologi tinggi. Melalui semangat “Rediscover Technology & Innovation Edge”, perusahaan secara konsisten mengintegrasikan pemanfaatan teknologi survei seismik generasi baru, solusi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI), serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia untuk menjawab tantangan industri yang semakin kompleks.
Baca juga:
Capai Kinerja Positif, Kilang Pertamina Balongan Ikhtiar Raih Keberkahan dalam Bekerja
Ke depan, Elnusa akan terus mempererat sinergi lintas pemangku kepentingan guna menghadirkan layanan yang semakin andal, efisien, dan kompetitif. Langkah strategis ini tidak hanya diarahkan untuk mendongkrak produktivitas dan keselamatan operasional perusahaan, tetapi juga sebagai bentuk nyata kontribusi berkelanjutan dalam mengawal masa depan ketahanan energi Indonesia.












Komentar