Jakarta, tanganrakyat.id – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memperkuat ketahanan energi nasional dengan mencatatkan pencapaian gemilang melalui perluasan portofolio eksplorasi seluas lebih dari 90.000 kilometer persegi sepanjang periode 2021–2025. Berdasarkan data S&P Global 2026, capaian tersebut menempatkan PHE sebagai National Oil Company (NOC) dengan penambahan luas area eksplorasi baru terbesar di dunia, melampaui sejumlah raksasa migas global seperti Petronas, PTTEP, ADNOC, dan Sinopec.
Untuk mengantisipasi penurunan produksi alamiah, PHE secara agresif telah memperoleh delapan wilayah kerja (WK) eksplorasi baru di Indonesia antara lain Bunga, Peri Mahakam, East Natuna, hingga Bobara serta satu blok di Malaysia (Blok SK-510) dalam kurun waktu 2023–2026. Direktur Eksplorasi PHE, Asep Samsul Arifin, menegaskan bahwa langkah ekspansi ini merupakan investasi jangka panjang guna mengoptimalkan potensi hidrokarbon dan mempercepat penemuan cadangan migas baru di tanah air.
Geliat ekspansi ini semakin diperkuat melalui kolaborasi strategis lewat Joint Study bersama perusahaan energi kelas dunia seperti BP, ENI, Petronas, dan Woodside. Hingga Juli 2026, catatan Direktorat Jenderal Migas menunjukkan PHE mengelola 12 Joint Study (10 berjalan, 1 selesai, dan 1 menunggu persetujuan pemerintah), serta kerja sama regional dengan Management Petroleum Malaysia (MPM) guna bertukar teknologi dan mengidentifikasi play type baru.
Baca juga:
Berbagai strategi masif yang dijalankan PHE ini menjadi wujud kontribusi nyata dalam mendukung agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada energi. Ke depan, PHE berkomitmen untuk terus mempercepat komersialisasi potensi eksplorasi secara berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip keunggulan operasional, inovasi teknologi, serta penerapan tata kelola perusahaan yang bersih melalui Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2016.













Comment