Jakarta, tanganrakyat.id – Sejumlah perwakilan guru besar dan dosen Universitas Lampung (Unila) yang dipimpin oleh Prof. Mustofa Usman, Ph.D., menggelar pertemuan khusus dengan Deputi IV Kemenko PMK, Prof. Warsito, Ph.D., di Jakarta pada pekan ini.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, rombongan menyampaikan aspirasi serta dukungan resmi dari lebih dari 20 anggota Senat agar Prof. Warsito bersedia mulang tiyuh pulang ke kampung halaman untuk kembali mengabdi dan memimpin kampus tercinta.
Para utusan menilai bahwa Unila saat ini membutuhkan sosok pemimpin visioner yang tidak hanya memahami dinamika internal kampus, tetapi juga memiliki rekam jejak kuat di tingkat nasional dan internasional.
Pengalaman Prof. Warsito dinilai sangat komprehensif, mulai dari pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan Fisika FMIPA, Dekan FMIPA, Ketua Senat Unila, hingga mencapai jabatan Guru Besar.
Tidak hanya di lingkup internal, rekam jejak kepemimpinannya juga teruji di kancah global saat mengemban tugas sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Paris, Prancis, serta peran strategisnya saat ini sebagai Deputi IV Kemenko PMK bidang Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa. Kombinasi pengalaman birokrasi, jejaring internasional, dan akademik tersebut diyakini mampu mendongkrak posisi Unila menjadi perguruan tinggi unggulan berdaya saing global.
Komitmen nyata Prof. Warsito terhadap pengembangan almamaternya pun terus berjalan, salah satunya melalui gagasan pengembangan Cassava Centre bekerja sama dengan Bappenas dan Pemprov Lampung sebagai pusat keunggulan (center of excellence) berbasis singkong. Inisiatif strategis ini dirancang untuk mengintegrasikan dunia pendidikan, penelitian, hilirisasi industri, serta pemberdayaan masyarakat guna memperkuat identitas Lampung sebagai sentra singkong nasional.
Baca juga:
Menanggapi gelombang aspirasi tersebut, Prof. Warsito pada Kamis Pahing, 13 Agustus 2026, menyatakan kesiapan lahir batinnya untuk menunaikan amanah mulia demi kemajuan Unila jika seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menegaskan bahwa pencapaian individu tidak akan berarti tanpa adanya kolaborasi kolektif, integritas, serta budaya akademik yang kuat dari seluruh keluarga besar universitas untuk membawa Unila melompat lebih jauh ke kancah global.













Comment