Pahlawan Pers Gugur di Selat Sunda: Dewan Pers Hormati Dedikasi Jurnalis Korban Erupsi Gunung Anak Krakatau

Jakarta, tanganrakyat.id – Dewan Pers secara resmi menetapkan lima jurnalis yang hilang dalam tugas peliputan sebagai pahlawan pers, menyusul dihentikannya operasi SAR gabungan pada Kamis Pahing, (17/9/2026). Peristiwa tragis ini bermula ketika kelima jurnalis bersama tiga awak kapal KM Arupadatu I dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

​Ketua Dewan Pers, Komarudin Hidayat,
pada Senin Legi, (21/9/2026) di Hall Dewan Pers, Jakarta  mengungkapkan rasa duka mendalam sekaligus apresiasi atas pengorbanan para awak media yang bertaruh nyawa demi menyajikan informasi akurat kepada publik. Menurutnya, perjuangan di balik pembuatan karya jurnalistik sering kali luput dari perhatian masyarakat, padahal risiko yang dihadapi di lapangan sangatlah tinggi.

​Sebagai tindak lanjut dari musibah ini, Dewan Pers mengimbau seluruh perusahaan media agar memperketat standar keselamatan kerja bagi jurnalis yang ditugaskan ke wilayah berbahaya. Pimpinan media diminta untuk selalu berkoordinasi secara intensif dengan petugas berwenang setempat serta memberikan perhatian khusus serta dukungan penuh bagi keluarga korban yang ditinggalkan.

​Di sisi lain, Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI), Dwi Pambudo, menyatakan bahwa komunitas pers nasional merasakan kehilangan yang sangat besar atas insiden ini. PFI bersama masyarakat bahkan sempat melakukan pencarian mandiri sebagai bentuk solidaritas, mengingat dedikasi para jurnalis tersebut merupakan wujud nyata pengabdian kepada bangsa melalui pengungkapan fakta.

Baca juga:

Teka-Teki Mayat Tanpa Identitas di Bengkulu Terkuak, ABK Kapal Arupadatu 1 Korban Erupsi Krakatau

​Operasi pencarian oleh Tim SAR gabungan yang telah berlangsung selama 10 hari akhirnya resmi ditutup tanpa hasil setelah tidak ditemukan adanya tanda-tanda keberadaan korban. Kendati demikian, doa bersama dan refleksi terus diselenggarakan oleh berbagai elemen masyarakat dan insan pers agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta karya-karya terbaik para jurnalis tersebut tetap abadi.

Komentar