Indramayu, tanganrakyat.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu resmi menyelenggarakan program Pendampingan Penguatan Kompetensi Guru Matematika. Kegiatan strategis ini dilangsungkan di Aula Kemenag Indramayu dan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai dari 27 hingga 28 Oktober 2026.
Program pembinaan ini diikuti oleh 60 guru mata pelajaran matematika dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA), baik negeri maupun swasta se-Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Fokus utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan profesional, pedagogik, serta numerasi para pendidik dalam menyampaikan materi matematika.
Dalam sambutannya melalui pesan elektronik pada Selasa Pahing, (27/10/2026), Kepala Kemenag Kabupaten Indramayu, Dr. H. Aghuts Muhaimin, S.Pd.I., M.Ag., menegaskan bahwa aktivitas mendidik merupakan implementasi dari perintah Allah SWT untuk membaca dan menuntut ilmu. Ia berpesan agar para guru tidak pernah ragu dan sungkan dalam menjalankan tugas mulia mendidik generasi bangsa.
”Kita sebagai pendidik harus punya kedermawanan dalam membagikan ilmu pengetahuannya sehingga anak murid menjadi bahagia, ceria, dan merasa nyaman dalam pembelajaran, serta menjadikan seorang guru yang dicintai oleh siswanya,” tegas Dr. H. Aghuts Muhaimin.

Menyikapi hal tersebut, Kepala MTsN 2 Indramayu, Mohammad Kholid, M.Pd.I., turut memberikan dukungan penuh atas penyelenggaraan acara ini. Pihaknya menugaskan dua pendidik terbaik dari madrasahnya, yakni Muh. Mantik Dananjaya, M.Si. dan Adi Syamsul Fuadi, S.Pd., untuk aktif mengikuti rangkaian pelatihan yang mengusung tema pengembangan soal literasi matematis berbasis konteks STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Baca juga:
Mohammad Kholid menilai bahwa pelatihan ini merupakan langkah krusial dalam mewujudkan pembelajaran yang inovatif dan kontekstual. Melalui pendekatan STEM, para guru diharapkan tidak hanya berfokus pada kemampuan berhitung siswa, melainkan juga mampu melatih nalar kritis, keterampilan pemecahan masalah, serta aplikasi nyata konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari.
”Sebagai kepala madrasah, saya mendukung penuh peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan agar pembelajaran matematika semakin menarik dan relevan. Guru hebat, pembelajaran bermakna, dan peserta didik yang bernalar kritis adalah kunci kemajuan madrasah di abad ke-21,” pungkasnya.







Komentar