Indramayu ‘Cuci Gudang’ Pengelolaan Wisata, Targetkan Swasta Demi Selamatkan PAD

  • Bagikan
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dispara) Kabupaten Indramayu, Ahmad Syadali, (Foto: Yul)

​Indramayu, tanganrakyat.id – Pemerintah Kabupaten Indramayu mengambil langkah berani untuk menyelamatkan kas daerah.

Mengingat beban operasional yang jauh lebih besar daripada pemasukan, Pemkab Indramayu resmi menawarkan pengelolaan sejumlah objek wisata milik daerah kepada pihak swasta.

​Langkah ini diambil setelah evaluasi internal menunjukkan bahwa pola pengelolaan mandiri oleh pemerintah selama ini tidak efisien dan terus mengalami defisit.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dispara) Kabupaten Indramayu, Ahmad Syadali, mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai ketimpangan anggaran. Salah satu ikon wisata, Pantai Tirtamaya, justru menjadi beban fiskal bagi daerah.

​”Biaya pengelolaan Pantai Tirtamaya mencapai sekitar Rp380 juta per tahun, sementara pendapatannya hanya sekitar Rp280 juta. Ini jelas tidak sebanding,” ujar Syadali saat ditemui di Kantor Dispara Indramayu, Selasa (13/1/2026).

​Kebijakan pengalihan pengelolaan ini telah mendapat restu langsung dari Bupati Indramayu, Lucky Hakim. Strategi utama yang diusung adalah skema bagi hasil, di mana investor diberikan keleluasaan penuh untuk mendesain dan mengembangkan konsep wisata agar lebih kompetitif.

​Berikut adalah poin utama kebijakan tersebut:

​Target: 14 destinasi wisata milik Pemkab Indramayu.

​Tujuan: Menghapus beban biaya operasional dari APBD namun tetap mengamankan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

​Daya Tarik: Kawasan Wisata Bojongsari (Waterboom, Gedung Iptek, Air Terjun Buatan) menjadi salah satu primadona yang mulai dilirik investor.

​Menurut Syadali, selain masalah finansial, keterlibatan pihak ketiga diharapkan mampu membawa angin segar dalam hal kreativitas dan daya tarik pengunjung.

Baca juga:

KORMI Indramayu Gelar Rakerda, Sambut Event Forcam dan Forkab pada September Mendatang

​”Dengan skema ini, Pemkab tetap mendapatkan PAD tanpa harus menanggung biaya operasional. Sementara swasta diberi keleluasaan pengembangan agar destinasi lebih menarik,” tutupnya.

Penulis: Yul
  • Bagikan

Comment