MIMPI JADI EMBUNG! Proyek Megah Rp200 Miliar Kandas, Sport Center Indramayu Kini Jadi ‘Wisata Air’ Terlantar

  • Bagikan
MIMPI JADI EMBUNG! Proyek Megah Rp200 Miliar Kandas, Sport Center Indramayu Kini Jadi ‘Wisata Air’ Terlantar (Foto: Achmad)

Indramayu, tanganrakyat.id  – Harapan warga Indramayu untuk memiliki stadion megah sekelas nasional resmi “dikubur hidup-hidup”. Proyek ambisius revitalisasi Sport Center senilai Rp200 miliar dicoret secara sepihak oleh Gubernur Jawa Barat dalam evaluasi APBD 2026. Alih-alih menjadi ikon kebanggaan, pusat olahraga ini justru berubah menjadi danau dadakan yang melumpuhkan ekonomi rakyat.

​Keputusan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang memangkas anggaran jumbo tersebut memicu reaksi keras. Pemprov menilai proyek ini bukan prioritas dan hanya pemborosan. Namun, realita di lapangan justru berbicara sebaliknya. Akibat hujan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir, Sport Center Indramayu kini lebih mirip wisata embung di tengah kota daripada fasilitas atlet.

​”Gubernur kemungkinan besar tidak tahu kondisi aslinya. Dengan mudahnya membatalkan Rp200 miliar, padahal ada 163 pedagang yang menggantungkan hidup di sini,” ujar  Nurbaiti Ketua Pedagang Sport Center. Senen (26/1).

​Dampak dari pembatalan ini bukan sekadar hilangnya gengsi, melainkan hantaman ekonomi nyata:

​4 Hari Tak Berdagang: Sebanyak 163 pedagang kaki lima terpaksa tutup karena area terendam banjir.

​Infrastruktur Kumuh: Lampu penerangan mati total, toilet mampet, dan tidak adanya fasilitas ibadah (Mushola) yang layak.

​Rawan Kriminalitas: Warga khawatir area yang gelap gulita saat malam hari akan berubah menjadi sarang kejahatan.

​Warga dan pedagang menuntut pemerintah daerah tidak tinggal diam meski dana Rp200 miliar telah raib dari anggaran.

Baca juga:

Proyek Rp200 Miliar “Ambyar”! Gubernur Coret Revitalisasi Sport Center Indramayu, Pedagang Ngamuk Merasa Diprank!

Jika revitalisasi total dianggap terlalu mahal, warga mendesak perbaikan mendasar segera dilakukan: perbaikan drainase agar tidak banjir, perbaikan lampu, dan penyediaan Mushola mandiri.

​Jangan sampai Sport Center yang seharusnya jadi pusat prestasi, justru abadi menjadi simbol kegagalan pembangunan di Indramayu.

Penulis: Kang Prabu
  • Bagikan

Comment