Indramayu, tanganrakyat.id – Aroma busuk dugaan manipulasi dalam seleksi Dewan Pengawas (Dewas) Perumdam Tirta Darma Ayu (TDA) kian menyengat setelah Komisi 3 DPRD Indramayu mencecar Panitia Seleksi (Pansel) dalam rapat darurat hingga dini hari, Kamis (29/1).
Dalam pertemuan panas tersebut, Wakil Ketua Komisi 3, Kiki Arindi, membongkar temuan fatal berupa perbedaan skor antara data hasil Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang diumumkan ke publik dengan dokumen internal yang diterima dewan.
Baca juga:
Hal ini memicu kecurigaan bahwa hasil seleksi sengaja “diatur” untuk meloloskan kandidat tertentu, sementara calon dengan nilai lebih tinggi justru didepak secara tidak wajar.
Ketegangan makin memuncak saat terungkap bahwa Pansel diduga sengaja “menutup mata” terhadap status keterlibatan calon anggota Dewas dengan partai politik. Meski mengantongi surat pengunduran diri, Pansel secara ceroboh tidak melakukan kroscek data Sipol ke KPUD Indramayu untuk memastikan netralitas para kandidat.

Kehadiran Ketua Pansel, Aep Surahman, yang telat berjam-jam dari jadwal semula serta kemunculan Staf Khusus Bupati, Salman Al-Farisi, di tengah malam semakin memperkuat spekulasi adanya intervensi kekuasaan dalam proses seleksi badan usaha milik daerah tersebut.
Tak tinggal diam, Komisi 3 DPRD Indramayu menegaskan akan segera menyeret KPUD dan pihak terkait lainnya untuk membongkar tuntas polemik ini demi keadilan para peserta yang dirugikan.
Di sisi lain, Sekretaris Pansel, Iing Koswara, tampak bungkam dan enggan berkomentar banyak saat dikonfirmasi, seolah melempar bola panas sepenuhnya kepada Ketua Pansel.
Baca juga:
Menanti ‘Wasit’ PDAM Indramayu: Transparansi Pansel Diuji di Tengah Sorotan Publik
Langkah berani DPRD ini diharapkan mampu menghentikan praktik “main mata” dalam penunjukan pejabat publik di Indramayu yang dinilai mencederai prinsip transparansi dan profesionalisme.













Comment