Kudus, tanganrakyat.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi angin segar bagi dunia pendidikan justru berubah menjadi horor kesehatan di SMAN 2 Kudus pada Kamis (29/1/2026).
Sebanyak 1.276 siswa dan guru yang mengonsumsi menu soto kiriman SPPG Purwosari sehari sebelumnya, kini tumbang secara massal dengan gejala mengerikan.
Suasana sekolah yang tenang mendadak mencekam saat ratusan siswa mulai mengantre di kamar mandi, muntah-muntah, hingga mengalami sesak napas dan pingsan di tengah jam pelajaran.
Puluhan mobil ambulans terpantau meraung-raung di halaman sekolah, mengevakuasi para korban yang kian tak berdaya ke berbagai layanan kesehatan terdekat.
Kepala SMAN 2 Kudus, Nur Afifuddin, mengonfirmasi bahwa distribusi makanan tersebut dilakukan pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 11.15 WIB. Namun, bukannya energi yang didapat, para siswa justru harus bertaruh nyawa akibat dugaan kontaminasi serius dalam hidangan soto yang disediakan oleh pihak katering tersebut.
Baca juga:
DPRD Indramayu Terima Kunjungan DPRD Demak dan Kudus
Skandal keracunan massal ini kini memicu kemarahan publik dan menuntut pertanggungjawaban penuh atas standar keamanan pangan dalam program nasional tersebut.
Pihak berwenang didesak untuk segera mengusut tuntas kelalaian SPPG Purwosari dalam mengelola makanan yang dikonsumsi ribuan orang ini.
Kejadian tragis ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi total penyedia jasa katering agar niat baik memberi makan bergizi tidak kembali berubah menjadi ancaman maut bagi generasi muda.













Comment