Indramayu, tanganrakyat.id – Perayaan hari ulang tahun sekolah yang seharusnya menjadi ajang kegembiraan justru berubah menjadi beban finansial bagi siswa SMAN 2 Indramayu, Jawa Barat.
Sejumlah orang tua dan pelajar kelas X hingga XII di SMAN 2 Indramayu pada Selasa Kliwon, 11 Agustus 2026, mengeluhkan dugaan pungutan liar berkedok wajib beli kaos Milad seharga Rp100.000 per buah yang dikelola langsung secara sepihak oleh oknum guru berinisial “S” selaku ketua panitia.
Ironisnya, dana dari ribuan siswa tersebut tidak melalui kas resmi sekolah maupun melibatkan organisasi siswa, melainkan wajib ditransfer langsung ke nomor rekening pribadi milik sang oknum guru.
Sejumlah siswa mengaku diancam tidak boleh mengikuti rangkaian acara Milad jika tidak melunasi pembelian kaos tersebut, sementara para orang tua murid dibuat geram karena tidak pernah menerima surat edaran resmi, rincian anggaran, ataupun laporan pertanggungjawaban yang transparan.
Menanggapi skandal membetot perhatian publik ini, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Jawa Barat menegaskan bahwa aturan sekolah negeri secara mutlak melarang segala bentuk pungutan liar.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 75 Tahun 2016, seluruh pendanaan kegiatan wajib melalui mekanisme komite yang bersifat sukarela, transparan, serta wajib menyertakan laporan pertanggungjawaban yang jelas kepada wali murid.
Pihak Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Jabar memastikan akan segera menerjunkan tim khusus untuk mendatangi sekolah guna melakukan investigasi mendalam, klarifikasi, dan pengumpulan data dari pihak-pihak terkait.
Jika terbukti bersalah dan melanggar aturan hukum yang berlaku, oknum guru berinisial “S” beserta pihak manajemen sekolah yang terlibat terancam dijatuhi sanksi administratif berat sesuai ketentuan perundang-undangan.
Kasus dugaan pungli ini kini menjadi sorotan tajam masyarakat luas dan menuntut ketegasan instansi berwenang untuk mengusut tuntas aliran dana misterius tersebut.
Baca juga:
DPRD Jabar Soroti Dugaan Manipulasi Rombel SMA di Bongas Indramayu, Desak Verifikasi Lapangan
Warga dan para orang tua berharap agar praktik lancung yang mencederai dunia pendidikan di Indramayu ini dapat segera dibongkar demi mengembalikan marwah institusi sekolah yang bersih dari pungutan liar.













Comment