Tragedi Makan Bergizi Gratis di Karo: Pelajar 16 Tahun Alami Penurunan Kognitif 70 Persen Usai Diduga Keracunan

Medan, tanganrakyat.id – ​Febiola Purba (16), seorang siswi asal Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kini tengah berjuang melawan kondisi kesehatan yang kian memburuk akibat dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Selasa Pon (8/9/2026), korban dilaporkan mengalami penurunan fungsi kognitif hingga 70 persen, kehilangan ingatan, serta kejang-kejang hebat yang membuatnya harus berpindah-pindah fasilitas kesehatan sejak pertengahan Agustus lalu.

​Kasus yang menimpa Febiola ini bermula dari insiden keracunan massal yang melibatkan ratusan murid dari lima sekolah berbeda di Kabupaten Karo. Berdasarkan data sebelumnya, sebanyak 265 siswa dari tingkat SMP, SMA, hingga SMK—termasuk 202 pelajar SMAN 1 Berastagi—mengalami gejala keracunan akut setelah menyantap hidangan MBG yang diduga dipasok dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Kodim setempat.

​Akibat perburukan kondisi neurologis dan pencernaannya, Febiola telah menjalani perawatan intensif di lima rumah sakit berbeda secara maraton. Saat ini, korban tercatat sebagai pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Pemerintah Haji Adam Malik (RSUP HAM) Medan dan telah melakukan tiga kali kunjungan medis guna mendapatkan penanganan komprehensif dari tim dokter spesialis.

​Humas RSUP HAM Medan, Rosario Dorothy Simanjuntak, mengonfirmasi bahwa pasien ditangani secara intensif oleh tim dokter spesialis Gastro Anak dan Neurologi Anak, serta telah menjalani pemeriksaan Elektroensefalografi (EEG). Kendati demikian, pihak rumah sakit menyatakan bahwa tim medis yang menangani belum dapat memberikan keterangan rinci dan berjanji akan segera merilis hasil pemeriksaan secara resmi kepada publik dalam waktu dekat.

Baca juga:

Klarifikasi Rutan Kelas I Medan: Isu Peredaran Narkoba Tidak Terbukti Usai Tes Urine Negatif

​Tim dokter hingga kini masih mendalami dua kemungkinan utama penyebab gangguan kesehatan parah yang dialami korban, yakni infeksi bakteri berat atau paparan racun jamur dari makanan yang dikonsumsi. Peristiwa ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan dan mendesak pihak berwenang untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG di daerah tersebut.

 

Komentar