Dunia, Tanganrakyat.id – Dukungan terbuka Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Iran bukan sekadar manuver diplomatik biasa. Sikap ini menegaskan kembali tradisi panjang Wisma Putra yang aktif dalam percaturan dunia Muslim, sekaligus menawarkan sebuah perspektif segar di tengah dinamika geopolitik global yang kian panas.
Apresiasi Anwar terhadap ketahanan Iran serta komitmen memperkuat hubungan bilateral di bidang perdagangan, ekonomi, dan pendidikan membawa pesan penting. Hubungan antarnegara Muslim tidak harus selalu disandera oleh pusaran rivalitas keamanan tradisional yang kerap berujung pada ketegangan permanen.
Sebaliknya, diplomasi ekonomi dapat disulap menjadi instrumen efektif untuk meredakan ketegangan. Negara-negara yang terikat dalam jejaring kepentingan ekonomi bersama tentu memiliki lebih banyak alasan rasional untuk mencegah terjadinya konflik terbuka yang merugikan semua pihak.
Selama bertahun-tahun, kawasan Timur Tengah dan dunia Islam terlalu sering melihat arti keamanan secara sempit melalui lensa militer. Padahal, keamanan sejati jauh melampaui jumlah rudal, pesawat tempur, atau pangkalan militer yang dimiliki suatu negara.
Baca juga:
Menimbang Empat Kepentingan Strategis Washington di Timur Tengah
Makna keamanan hari ini sudah merambah ke dimensi pangan, energi, lapangan kerja, stabilitas ekonomi, hingga penguasaan teknologi. Jika negara-negara Muslim hanya fokus pada aliansi militer tanpa memperkuat fondasi ekonomi dan teknologi, mereka akan tetap rapuh di hadapkan pada tekanan eksternal.
Oleh karena itu, gagasan kemandirian kawasan yang diusung harus diterjemahkan ke dalam kerja sama yang jauh lebih luas dan inklusif. Diperlukan mekanisme konkret berupa perdagangan intra-kawasan, sistem respons krisis, hingga kerja sama energi tanpa harus menyeragamkan pandangan politik setiap anggotanya.
Baca juga:
Pelajaran paling berharga dari gagasan ini adalah bahwa persatuan tidak pernah berarti keseragaman total. Berbeda pandangan terhadap isu geopolitik global adalah keniscayaan, tetapi merawat kepentingan bersama demi mencegah perang besar adalah sebuah kewajiban kolektif demi masa depan kawasan yang berkelanjutan.
Bahrudin El-Shiraaz
Aktivis Intelektual Pegiat Kajian Keislaman Kontemporer dan Isu Geopolitik Timur Tengah













Komentar