Tradisi Larung Kerbau Warnai Hari Ketujuh Pencarian 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau

Serang, tanganrakyat.id – ​Pencarian terhadap delapan orang yang terdiri atas lima jurnalis meliputi M Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews.id), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal (Freelance),  serta tiga kru dan pemandu yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau telah memasuki hari ketujuh pada Senin Wage, 14 September. Hingga kini, tim penyelamat gabungan masih terus berjibaku di lapangan untuk menemukan keberadaan seluruh korban.

​Di tengah upaya evakuasi yang intensif, warga dan nelayan di kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menggelar tradisi larung kerbau ke tengah laut. Prosesi adat ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar batin dan doa bersama agar kedelapan korban dapat segera ditemukan dengan selamat.

​Siin, selaku pemandu prosesi, menjelaskan bahwa tradisi larung kerbau merupakan bentuk permohonan kepada Allah SWT melalui doa, sekaligus wujud penghormatan kepada para leluhur atau karuhun. Ia menegaskan bahwa ritual tersebut tidak dimaksudkan untuk mengesampingkan keyakinan kepada Tuhan, melainkan menyadari bahwa segala peristiwa terjadi atas kehendak-Nya.

​Lebih lanjut, Siin menambahkan bahwa tradisi larung sebenarnya rutin dilakukan oleh warga dan nelayan setempat setiap tahun, khususnya pada bulan Muharam. Namun, pelaksanaan kali ini digelar secara khusus demi mendoakan keselamatan rombongan yang mengalami musibah di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.

​Sementara itu di garis depan pencarian, tim gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI Angkatan Laut, serta Polairud terus memperluas area penyisiran laut. Operasi kemanusiaan ini melibatkan kekuatan penuh demi mempercepat proses penemuan para korban yang hilang kontak.

Baca juga:

Pewarta Foto Indonesia Kerahkan Koordinasi Terpadu Cari Lima Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau

​Dalam operasi SAR hari ketujuh ini, pihak berwenang mengerahkan total 18 unit kapal, satu unit helikopter, serta sekitar 500 personel gabungan. Seluruh unsur tersebut dikerahkan untuk menyisir titik-titik koordinat yang diduga menjadi lokasi hilangnya para korban.

Komentar