Indramayu, tanganrakyat.id – Gerakan kebaikan dan kepedulian sosial kembali digaungkan di Kabupaten Indramayu. Sebanyak 160 warga dari berbagai lapisan masyarakat diajak menikmati momen kebersamaan melalui kegiatan nonton bareng (nobar) film berjudul “Ibadah dan Cinta” karya sutradara Jastis Arimba di salah satu bioskop di Jalan Gatot Subroto, Indramayu, pada Senin Kliwon, 5 Oktober 2026.
Inisiatif positif ini digagas oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi NasDem, Hj. Sri Wahyuni Utami Herman, S.T., melalui program “Gerakan Kebahagiaan”. Acara tersebut tidak hanya dirancang sebagai sarana rekreasi semata, tetapi juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi serta memberikan edukasi moral yang mendalam bagi masyarakat Indramayu.
Dalam keterangannya kepada media www.tanganrakyat.id , Hj. Sri Wahyuni Utami Herman menjelaskan bahwa kegiatan ini murni bertujuan untuk berbagi kebahagiaan serta menebar energi positif kepada warga. Ia berpesan agar masyarakat senantiasa sabar dan tawakal dalam menghadapi setiap dinamika kehidupan, karena setiap ujian pasti memiliki jalan keluar dari Sang Pencipta.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD Garnita NasDem Indramayu, BWH (Bunda Windu Herman), menambahkan bahwa acara ini diharapkan mampu meninggalkan kesan mendalam bagi setiap peserta. Ia berharap nilai-nilai kebaikan yang diserap dari kegiatan ini dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun bermasyarakat sehari-hari.
Film “Ibadah dan Cinta” sendiri dipilih karena menyuguhkan alur cerita yang sarat makna dan dekat dengan kehidupan nyata. Film ini mengangkat latar kehidupan pesantren yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat belajar ilmu agama, tetapi juga ruang pembentukan karakter, kesederhanaan, serta penghormatan kepada guru dan kiai.

Dari sisi penokohan, film ini mempertemukan dua karakter utama dengan latar belakang berbeda, yaitu Rico yang diperankan oleh Achmad Megantara dan Santun yang diperankan oleh Indah Permatasari. Melalui jalinan cerita keduanya, penonton diajak menyelami dinamika cinta yang diuji oleh rasa kehilangan, arti keikhlasan, serta perjalanan spiritual menemukan kembali iman.
Daya tarik film ini semakin kuat dengan hadirnya sejumlah tokoh publik dan seniman senior. Ketua Umum Fatayat NU periode 2022–2026, Margaret Aliyatul Maimunah, tampil memukau sebagai istri Kiai Usman, sementara Dewan Pembina Fatayat NU, Anggia Erma Rini, berperan sebagai seorang dokter yang memperkaya pesan moral cerita.
Sutradara Jastis Arimba mengungkapkan bahwa film ini ingin mendefinisikan ulang makna cinta agar tidak sekadar dipandang sebagai hubungan romantis antarmanusia. Lebih dari itu, cinta harus diarahkan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT serta menebarkan kebaikan bagi sesama makhluk hidup.
Pemeran utama, Achmad Megantara, membagikan pengalamannya dalam memerankan karakter Rico yang mengalami proses pencarian jati diri dan spiritual yang kompleks. Menurutnya, perjalanan hidup manusia yang penuh salah selalu memberikan ruang untuk bertobat dan memperbaiki diri di hadapan Sang Maha Kuasa.
Baca juga:
SinDI Ajak Warga Indramayu Nonton Bareng Film Gaza, Perlawanan Melalui Layar Lebar!
Melalui kegiatan nonton bareng ini, masyarakat Indramayu tidak hanya mendapatkan hiburan visual yang berkualitas, tetapi juga pencerahan batin yang relevan dengan kehidupan modern.
Kesuksesan acara ini membuktikan bahwa sinergi antara seni perfilman dan kepedulian sosial mampu menghadirkan kebahagiaan yang nyata sekaligus inspirasi abadi bagi warga.












Komentar