Indramayu, tanganrakyat.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menyehatkan justru berujung petaka di Kabupaten Indramayu, Senin Kliwon (5/10/2026).
Puluhan siswa-siswi SMAN 1 Tukdana mendadak tumbang secara massal dan terpaksa dilarikan mendapatkan penanganan medis setelah menyantap hidangan yang didistribusikan ke sekolah mereka. Peristiwa mencekam ini sontak memicu kepanikan luar biasa di lingkungan sekolah, membuat para orang tua histeris mendapati anak-anak mereka mengerang kesakitan akibat gejala yang kuat mengarah pada keracunan akut.
Berdasarkan penelusuran di lapangan, seluruh makanan bermasalah tersebut merupakan pasokan resmi dari salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Tukdana yang ditugaskan mengelola program pemerintah ini.
Kelalaian fatal dalam pengawasan kualitas gizi dan kebersihan pangan kini menjadi sorotan tajam publik, mengingat program bernilai besar ini justru membahayakan nyawa para pelajar yang menjadi sasaran utamanya.
Menanggapi insiden memalukan ini, pihak sekolah bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu dikabarkan langsung bergerak cepat mengambil sampel sisa makanan untuk diuji di laboratorium forensik. Desakan keras dari berbagai elemen masyarakat pun bermunculan, menuntut agar SPPG terkait diseret ke meja hijau dan dijatuhi sanksi tegas apabila hasil investigasi terbukti mengungkap adanya unsur kelalaian maupun pelanggaran SOP penyediaan makanan.
Baca juga:
Kini, ribuan mata warga Indramayu tertuju menanti transparansi penuh serta pertanggungjawaban nyata dari pemerintah daerah dan instansi berwenang atas insiden mematikan ini. Apakah pihak terkait berani mengungkap aktor di balik kelalaian fatal ini, atau kasus ini akan kembali menguap begitu saja di balik meja birokrasi?







Komentar