Latih Kepedulian Sosial dan Pemahaman Fikih, 173 Siswa MTsN 2 Indramayu Gelar Praktik Pemulasaraan Jenazah

Indramayu,  tanganrakyat.id –  Sebanyak 173 siswa-siswi kelas IX MTsN 2 Indramayu mengikuti kegiatan praktik pemulasaraan jenazah di lingkungan sekolah yang berlokasi di Jalan KHR. Yusuf No. 1, Desa Singajaya, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis Kliwon, (15/10/2026) pagi.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian integral dari pembelajaran mata pelajaran Fikih dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI).

​Guru Fikih MTsN 2 Indramayu, Haji Ali Suwarno, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menjembatani pemahaman teori di kelas dengan pengalaman praktis di lapangan. Melalui simulasi ini, para siswa diharapkan tidak hanya memahami aturan syariat di atas kertas, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara nyata saat dibutuhkan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

​Untuk memberikan bimbingan yang sesuai dengan tradisi dan syariat di masyarakat lokal, pihak sekolah menggandeng Pemandu Desa (Lebe) Singajaya, Abdul Syukur. Kehadiran lebe desa ini memberikan pengalaman belajar yang otentik dan aplikatif bagi para peserta didik dalam memahami tata cara pengurusan jenazah yang benar.

Siap Mengabdi di Masyarakat, 173 Siswa MTsN 2 Indramayu Praktikkan Pemulasaraan Jenazah (Foto: Kang Supardi)

​Lebe Singajaya, Abdul Syukur, menegaskan bahwa pemulasaraan jenazah merupakan kewajiban fardu kifayah yang sangat penting dipahami oleh setiap muslim. Menurutnya, melalui praktik langsung ini, para siswa tidak hanya diajarkan teknis pelaksanaan, melainkan juga ditanamkan nilai-nilai empati, rasa hormat terhadap sesama, serta tanggung jawab sosial.

​Rangkaian kegiatan diawali dengan praktik memandikan jenazah, di mana para siswi memperagakan tata cara pembersihan jenazah perempuan. Dalam tahap ini, siswa diajarkan langkah-langkah syar’i secara detail, mulai dari membasuh tubuh dengan lembut, menjaga aurat agar tetap tertutup, hingga memastikan kesucian jenazah sebelum melangkah ke proses berikutnya.

​Salah satu siswi peserta, Aprilia Dwi Putri, yang didampingi Rahayu Ningrum, mengaku sempat merasa gugup saat pertama kali memulai simulasi. Namun, berkat bimbingan telaten dari guru Fikih dan lebe desa, ia akhirnya memahami betapa pentingnya kehati-hatian serta penghormatan terhadap harkat dan martabat jenazah selama proses pemandikan.

​Tahap berikutnya berlanjut pada proses mengafani jenazah menggunakan lima lembar kain putih bersih sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Para siswa terlihat sangat teliti dan sabar dalam merapikan setiap lipatan kain guna memastikan seluruh tubuh jenazah tertutup rapat dan terawat dengan sempurna.

Jembatani Teori dan Syariat, MTsN 2 Indramayu Gandeng Lebe Desa Gelar Simulasi Pengurusan Jenazah (Foto: Kang Supardi)

​Sebagai puncak rangkaian pembelajaran, seluruh siswa melaksanakan simulasi salat jenazah secara tertib dan khusyuk. Kepala MTsN 2 Indramayu, Muhammad Kholid, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pengalaman spiritual mendalam yang sangat efektif dalam membentuk karakter, empati, serta kepedulian sosial generasi muda.

Baca juga:

Dorong Mutu Pendidikan dan Inovasi, MTsN 2 Indramayu Sukses Gelar PKKM Tahunan

​Apresiasi tinggi juga datang dari Kepala Desa Singajaya, Khaerul Anam, yang menilai positif inisiatif keagamaan MTsN 2 Indramayu tersebut. Pihak pemerintah desa berharap madrasah ini terus konsisten mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan siap mengamalkan ajaran agama di tengah kehidupan bermasyarakat.

Komentar