Indramayu, tanganrakyat.id – Badai skandal korupsi hebat mendadak meremukkan kepercayaan publik Indramayu dan menyisakan kekecewaan mendalam bagi ratusan ribu pemilih. Pada Jumat Pon (23/10/2026), Bupati Indramayu Lucky Hakim akhirnya memecah kesunyian dan secara terbuka menyampaikan permohonan maaf usai pasangannya saat Pilkada 2024, Wakil Haji Bupati Syaefudin,SH. resmi dijebloskan ke sel tahanan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.
Langkah tegas aparat hukum ini berakar dari dugaan penjarahan uang rakyat lewat bancakan tunjangan perumahan dan transportasi pimpinan serta anggota DPRD Indramayu periode anggaran 2022–2025.
Tak tanggung-tanggung, berdasarkan audit investigatif BPKP, praktik rasuah beramai-ramai ini disinyalir telah menggerogoti dan membobol kas negara hingga mencapai angka fantastis Rp 18,79 miliar, di mana Haji Syaefudin,SH. diseret bersama dua tersangka lainnya.
Sadar posisinya terpojok oleh kemarahan publik yang meradang, Lucky Hakim berdalih memahami keprihatinan masyarakat serta kekecewaan telak para pendukung paslon nomor urut 2 tersebut. Namun, di tengah sorotan tajam dan erosi kepercayaan terhadap kepemimpinannya, ia buru-buru memohon masyarakat untuk tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga ketukan palu hakim pengadilan memutuskan nasib wakilnya.
Guna mencegah kelumpuhan total pada roda pemerintahan pasca-penahanan sang wakil bupati, Lucky mengklaim telah mengambil langkah darurat dengan memindahkan beban tugas ke Sekretaris Daerah (Sekda) dan perangkat daerah. Ia mengumbar janji manis bahwa urusan pelayanan publik serta pemenuhan hak warga Indramayu tidak akan terbengkalai begitu saja akibat skandal hukum yang mencoreng pimpinan daerah ini.
Baca juga:
Diduga Korupsi Tunjangan DPRD Rp 18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Syaefudin Ditahan Kejati Jabar
Meski diterjang prahara hukum dan goyangnya stabilitas politik lokal, Lucky secara agresif menegaskan tidak akan mundur selangkah pun dari kursi kepemimpinan. Ia berikrar akan tetap memimpin dan memaksakan terwujudnya visi-misi pemerintahan hingga akhir masa jabatan, terlepas dari bayang-bayang kelam kasus korupsi belasan miliar yang kini sukses mencoreng wajah Pemkab Indramayu.













Komentar