Bangkok, tanganrakyat.id – Pertamina Drilling berhasil mencuri perhatian dunia dalam ajang 7th Asia Pacific Conference on Industrial Engineering and Operations Management di Bangkok, Thailand, Jumat Pon, (27/3).
Melalui program Gear Upcycling Drilling (GUD), perusahaan subholding hulu Pertamina ini mempresentasikan bagaimana seragam kerja bekas operasional pengeboran yang biasanya menjadi limbah, dikelola kembali menggunakan metode Material Flow Analysis (MFA) menjadi produk kreatif bernilai ekonomis tinggi.
Gagasan bertajuk “From Waste to Value in Drilling Operations” ini disampaikan langsung oleh Assistant Manager Brand & Media Pertamina Drilling, Ade Barkah Darmond, di hadapan para akademisi dan praktisi global.
Program GUD tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memberdayakan pelaku UMKM lokal dalam proses produksinya. Inovasi ini dinilai sebagai langkah nyata perusahaan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada aspek konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta penanganan perubahan iklim.
Keberhasilan ini mendapat apresiasi tinggi dari pakar internasional, termasuk Prof. Britta Gammelgaard dari University of Southern Denmark yang menyebutnya sebagai implementasi circular economy yang langka di industri energi.
Baca juga:
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bukti komitmen perusahaan untuk menciptakan nilai baru dari setiap proses operasional. Dengan mengubah sisa menjadi kebanggaan, Pertamina Drilling memperkuat posisinya sebagai pemain utama industri energi di Asia yang mengedepankan keberlanjutan.













Comment