Transformasi Warga Binaan Lapas Kuningan: Dari Balik Jeruji Jadi Penggerak Swasembada Pangan

  • Bagikan
Kemendesa PDT tenaga ahli pemberdayaan masyarakat / TA PM kabupaten kuningan Yana Sudiana. S.Sos kiri beserta ​Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, kanan (Foto: Red)

​Kuningan, tanganrakyat.id  – Lapas Kelas IIA Kuningan, Jawa Barat, sukses membuktikan bahwa tembok penjara bukan penghalang untuk produktivitas. Melalui program pembinaan kemandirian yang progresif, warga binaan berhasil melaksanakan panen raya berbagai komoditas pangan mulai dari sayuran, jagung manis, hingga perikanan dan peternakan pada Selasa Wage , 7 April 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Lapas Kuningan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) spesifik di bidang ketahanan pangan hayati dan nabati, sekaligus menyambut Hari Bhakti Pemasyarakatan Tahun 2026.

​Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mencetak warga binaan yang profesional. Dalam panen raya tersebut, mereka berhasil memproduksi 70 kilogram selada, 80 kilogram jagung manis, 120 kilogram ikan bawal, serta 20 kilogram ikan nila.

Pembinaan kemandirian yang progresif, warga binaan berhasil melaksanakan panen raya berbagai komoditas pangan sayuran (Foto : Red)

Hasil panen ini tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur internal Lapas, tetapi juga didistribusikan ke mitra pasar seperti Kebun Yunma dan pedagang perorangan, membuktikan bahwa kualitas produk warga binaan mampu bersaing di pasar luar.

​Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi dinamis dengan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TA PM) Kabupaten Kuningan dari Kemendesa PDT.

Pembinaan kemandirian yang progresif, warga binaan berhasil melaksanakan panen raya berbagai komoditas pangan Perikanan (Foto : Red)

Yana Sudiana, selaku perwakilan TA PM, memberikan apresiasi tinggi atas sinergitas ini. Ia berharap bekal keahlian yang didapat para warga binaan selama di Lapas dapat diaplikasikan saat mereka kembali ke masyarakat, sehingga mereka mampu menjadi motor penggerak pembangunan desa yang inovatif dalam memanfaatkan lahan kurang produktif.

​Salah satu warga binaan berinisial K mengaku sangat bersyukur atas pelatihan intensif yang diterimanya. Ia menyatakan bahwa kini dirinya memiliki kepercayaan diri tinggi setelah menguasai teknis budidaya, mulai dari pembuatan media tanam, pemeliharaan ikan, hingga manajemen kesehatan ayam petelur termasuk prosedur vaksinasi. “Awalnya saya minder, tapi sekarang saya bangga sudah paham cara mengelola pertanian dan peternakan secara profesional dari awal hingga masa panen,” ungkapnya dengan antusias.

​Melalui pencapaian ini, Lapas Kuningan berkomitmen untuk terus mengembangkan program ketahanan pangan secara berkelanjutan. Langkah nyata ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

Baca juga:

Keluhkan Biaya “Uang Batal” Wisata ke Woodland Kuningan, Orang Tua Siswa PAUD di Indramayu Ngaku Tak Mampu Beli Beras

Dengan membekali warga binaan dengan skill yang relevan, Lapas Kelas IIA Kuningan tidak hanya sekadar menjalankan fungsi pemasyarakatan, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi yang berdampak positif bagi masyarakat luas setelah mereka bebas nanti.

Penulis: Nda YayaEditor: Kang Prabu
  • Bagikan

Comment