Indramayu, tanganrakyat.id – Rencana karyawisata PAUD Tunas Harapan 2 Plumbon ke destinasi Woodland Kuningan menuai polemik di kalangan orang tua siswa.
Pasalnya, pihak sekolah menetapkan biaya sebesar Rp425.000 bagi siswa yang didampingi satu orang tua. Namun, yang menjadi persoalan utama adalah adanya kebijakan “denda” atau biaya kontribusi sebesar Rp150.000 bagi siswa yang memutuskan untuk tidak ikut berangkat dalam rombongan tersebut.
Kebijakan ini dikeluhkan oleh salah satu orang tua siswa berinisial KS.
Didampingi rekan sejawatnya NT, KS mencurahkan keberatannya kepada awak media pada Selasa Pahing, (31/3/2026). Ia mengaku kondisi ekonominya saat ini sedang sulit, sehingga biaya pembatalan tersebut dirasa sangat mencekik.
“Kami tidak ikut berangkat karena memang tidak ada uangnya. Untuk membeli beras saja saya kesulitan, apalagi harus membayar Rp150.000 untuk acara yang tidak kami ikuti,” ungkap KS dengan nada prihatin.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Sekolah PAUD Tunas Harapan 2 Plumbon, Sri Ningsih Indriyani, memberikan klarifikasi.
Menurutnya, penetapan biaya tersebut sebenarnya merupakan hasil kesepakatan yang telah dibahas dalam rapat bersama sebelumnya. Meski demikian, pihak sekolah mengaku tidak menutup mata terhadap aspirasi dan kondisi ekonomi riil para wali murid yang keberatan dengan aturan tersebut.
”Kami akan mengadakan rapat kembali untuk membahas masalah ini. Insyaallah akan ada solusi terbaik bagi semua pihak,” ujar Indriyani.
Ia juga menegaskan bahwa pihak sekolah berkomitmen untuk tidak memberikan beban tambahan kepada orang tua siswa yang benar-benar masuk dalam kategori tidak mampu.
Baca juga:
Seru! Ratusan Siswa SD di Indramayu Taklukan Tantangan Outbound MTs Sekolah Alam
Keputusan final mengenai kebijakan biaya ini diharapkan dapat segera tercapai demi menjaga kondusivitas antara pihak sekolah dan orang tua.













Comment