Indragiri Hulu, tanganrakyat.id – Suasana Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mendadak memanas setelah Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Inhu secara resmi menyatakan perang terbuka terhadap praktik mafia hukum dan kejahatan lingkungan, Selasa (21/07/2026).
Langkah hukum tegas tanpa kompromi ini diambil untuk menyeret seorang pria berinisial AS yang disebut-sebut sebagai Ketua Pemuda Desa Semelinang Tebing, Kecamatan Peranap ke Polres Indragiri Hulu akibat keterlibatannya yang diduga kuat sebagai dalang di balik beringasnya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Bukit Asam.
Tak hanya merusak ekosistem alam secara membabi buta, AS juga dilaporkan telah menebar teror mental dan ancaman terbuka melalui pesan WhatsApp kepada para jurnalis yang sedang menjalankan investigasi mulia demi mengungkap borok kejahatan tambang ilegal di wilayah tersebut.
Arogansi pelaku mendadak ciut namun meninggalkan luka serius pada kemerdekaan pers ketika rekaman percakapan digital dan tangkapan layar bukti intimidasi menunjukkan ancaman nyata berupa pengerahan massa pemuda untuk mencegat serta merusak kendaraan wartawan yang berani mendekati lokasi penambangan haram.
Menghadapi premanisme terselubung ini, perwakilan Tim Investigasi IWO Inhu dengan lantang menegaskan bahwa hak jawab sah dilayani, tetapi segala bentuk teror dan upaya menghalang-halangi tugas jurnalistik yang dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers tidak akan pernah diampuni.
Seluruh barang bukti digital kini telah dikantongi aparat penegak hukum untuk memastikan jeratan hukum berlapis segera menimpa pihak-pihak yang mencoba berlindung di balik kekuasaan semu desa.
Kini, bola panas sepenuhnya berada di tangan jajaran penyidik Polres Indragiri Hulu untuk membuktikan ketegasannya dalam memberantas tuntas sindikat tambang liar PETI yang secara brutal merusak lingkungan sekaligus memburu predator kebebasan pers yang mencederai supremasi hukum di Bumi Inhu.
Baca juga:
IWO mendesak kepolisian agar tidak gentar memeriksa siapa pun yang terlibat di balik rantai hitam perusakan alam di Bukit Asam ini sebelum kemarahan publik meledak akibat pembiaran terhadap aksi premanisme berkedok kepemudaan yang meresahkan masyarakat luas













Comment