Tembilahan, tanganrakyat.id – Situasi mencekam tengah mencekik warga Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hilir, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, setelah seekor kera liar berukuran besar mengamuk brutal dan membabi buta menyerang warga sejak akhir Juli hingga Rabu Wage (5/8/2026).
Teror mengerikan ini pertama kali meletus pada 23 Juli 2026 dan terus memakan korban secara acak, menyasar anak-anak hingga lansia yang sedang beraktivitas di dalam maupun di luar rumah, mulai dari tidur, makan, hingga menjemur pakaian.
Gelombang kemarahan publik memuncak ketika jumlah korban resmi melonjak drastis hingga mencapai 18 orang, dengan insiden terbaru menimpa seorang lansia bernama Nurdiana (63) yang mengalami dua luka robek parah di punggung hingga harus dijahit sebanyak 12 kali.
Menanggapi darurat amukan satwa liar ini, aparat gabungan dari Polres Inhil, Pemkab Inhil, Dinas Pemadam Kebakaran, hingga BKSDA Provinsi Riau akhirnya menggelar rapat koordinasi darurat di Kantor Lurah Tembilahan Kota pada Rabu Wage (5/8/2026) sore untuk memburu sang teroris berbulu tersebut.
Berdasarkan identifikasi pihak berwenang, kera jahanam buronan warga ini memiliki ciri-ciri fisik spesifik bertubuh besar, berwarna abu-abu kekuningan, berekor panjang, memiliki motif mirip kalung di leher, serta terdapat bekas luka di bagian pipinya.
Baca juga:
Sebagai langkah antisipasi ekstrem demi menyelamatkan nyawa jiwa-jiwa tak berdosa, pemerintah kecamatan terpaksa meliburkan sementara aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah sekitar lokasi terdampak sembari BKSDA memasang perangkap besi dan jaring di jalur evakuasi.













Comment