Prioritas Kepengurusan Baru, PB Al Washliyah Fokuskan Penguatan Fondasi Kader

  • Bagikan
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah, Prof.DR. H. Saifuddin Herlambang S.Ag., MA, (Foto: Red)

Jakarta, tanganrakyat.id – ​Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah, Prof. DR. H. Saifuddin Herlambang, S.Ag., MA, menegaskan bahwa penguatan pemahaman kealwashliyahan menjadi program prioritas jangka pendek organisasi pada periode mendatang.

Langkah strategis ini disampaikan di Kantor PB Al Jam’iyatul Washliyah, Jalan Ahmad Yani, Jakarta, pada Senin Kliwon (31/8/2026), sebagai upaya mendasar untuk menyamakan arah perjuangan seluruh kader dan pengurus.

​Pemahaman mendalam mengenai sejarah dan tujuan organisasi dinilai krusial karena Al Jam’iyatul Washliyah lahir di Medan, Sumatera Utara, pada tahun 1930 bukan di dalam ruang hampa sosial.

Organisasi Islam besar ini dibentuk oleh para tokoh muda seperti M. Arsyad Thalib Lubis dan kawan – kawan yang tergabung dalam debating club guna menjembatani pergesekan tajam antara kaum muda penganut pendidikan modern berjenjang dan kaum tua pengaruh tradisi halaqah.

​Melalui semangat akomodatif tersebut, para pendiri berhasil mendamaikan perbedaan tanpa memecah belah umat, yang kemudian tercermin dari filosofi nama Al-Jam’iyatul Washliyah sebagai organisasi pemersatu, penghubung, dan perekat umat.

Sekjen menekankan bahwa pemahaman filosofis dan historis ini harus ditanamkan secara sistematis agar kader memiliki kepercayaan diri serta mampu menjawab kebutuhan bangsa Indonesia masa kini yang sarat akan dinamika sosial dan teologis.

​Sebagai langkah implementasi, program kerja ke depan akan dibagi menjadi dua fokus utama, yakni program jangka pendek yang berorientasi ke dalam untuk merapikan fondasi internal organisasi, serta program jangka panjang yang diarahkan ke luar secara realistis dan terukur. Pendekatan ini dirancang agar setiap program yang dijalankan tidak muluk-muluk, melainkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas di tengah berbagai perbedaan pandangan.

​Melalui konsolidasi internal dan pendidikan kealwashliyahan yang masif, PB Al Washliyah optimistis seluruh anggotanya dapat menerjemahkan nilai-nilai sejarah ke dalam aksi nyata di tengah masyarakat.

Baca juga:

Menteri PU Tinjau Sekolah Rakyat DKI Jakarta, Fasilitas Asrama Megah Siap Cetak Generasi Unggul

Dengan demikian, organisasi diharapkan mampu konsisten menjalankan peran strategisnya sebagai ormas penengah yang merangkul keragaman dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia ke depan.

 

Editor: Kang Prabu
  • Bagikan

Comment