Jakarta, tanganrakyat.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat merespons sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berdampak hingga ke ibu kota pada Minggu Legi, (6/9). Atas arahan Gubernur Pramono Anung,
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) mengerahkan armada kendaraan watermist untuk menyemprot ruas-ruas jalan protokol yang mulai tertutup debu vulkanik tipis demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
Operasi pembersihan jalan ini dilakukan secara bertahap sejak Minggu sore di seluruh wilayah kota administrasi. Di wilayah Jakarta Selatan, konvoi armada watermist menyisir rute vital mulai dari kawasan Rasuna Said hingga Pejaten Village, serta jalur Plaza Semanggi menuju Jembatan Cawang melalui Jalan Gatot Subroto dan MT Haryono, sementara langkah serupa juga digencarkan serentak di koridor protokol kota lainnya untuk menekan partikel debu agar tidak beterbangan.
Baca juga:
Empat Gunung Api Serentak Meletus di Indonesia, Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta
Sebagai langkah mitigasi kesehatan dan keselamatan publik yang komprehensif, Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi seluruh sekolah di Jakarta mulai Senin (7/9). Kebijakan darurat ini diambil setelah berkoordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Kesehatan guna memantau ketat kualitas udara yang terdampak abu vulkanik.
Dalam keterangannya, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim mengimbau masyarakat agar tetap tenang, memantau perkembangan informasi hanya melalui kanal resmi pemerintah, serta disiplin menerapkan protokol kesehatan 5M. Warga diminta memakai masker saat beraktivitas, menutup rapat pintu dan jendela rumah, membatasi kegiatan luar ruangan yang tidak mendesak, membersihkan sisa abu dengan cara membasahinya terlebih dahulu agar tidak terhirup, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami keluhan pernapasan.
Baca juga:
Babinsa dan Warga Bergerak Cepat, Kebakaran Lahan Dekat Tol Cipali Berhasil Dipadamkan
Seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta kini menetapkan status siaga tinggi guna menghadapi dampak lanjutan erupsi, di mana layanan darurat Jakarta Siaga 112 disiagakan selama 24 jam penuh untuk menerima laporan maupun aduan masyarakat. Warga diimbau untuk terus waspada, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dari sumber tidak resmi, serta mematuhi seluruh arahan mitigasi bencana yang dikeluarkan oleh instansi berwenang.







Komentar