Tanganrakyat.id – Siti Lasmini Binti Thosin (28) warga Indramayu,warga Jl. Ampera, Blok Desa II, RT. 013, RW. 003, Desa Bulak Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, selama 12 tahun bekerja sebagai PMI (Pekerja Migran Indonesia) di Yodarnia tidak diperbolehkan pulang oleh Majikannya dan sekarang selama 7 tahun tidak di ketahui posisi terakhirnya.
Menurut adik kandungnya Siti Koyimah terakhir ada kabar bulan Mei tahun 2012 dan sampai sekarang tidak ada kabarnya sama sekali sehingga ada rasa kekewatiran takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pihak keluarga, rasa kuatir itu akhirnya di sampaikan ke SBM cabang Indramayu.
“Iya betul Adik saya selama 12 tahun tidak ada beritanya sehingga saya atas nama keluarga minta bantuan kepada SBMI agar bisa di tindaklanjuti dan diketahui keberadaan adik saya, ujar Siti Koyimah kepada awak media, Jum’at (01/03/2019).
Masih menurut Koyimah, adiknya berangkat ke luar negeri melalui PT Salha Putri Tunggal yang beralamat di Jl. Otista lll, Kompleks l No. 1, Kebun Nanas Selatan I, Cipinang, Cimpedak, Jakarta Timur dan yang merekrut ataunsponsornya bernama Agus asal desa Malangsari Kec.Bangaudua, Kabupaten Indramayu.
“Pada saat itu kakak saya usianya baru 16 tahun, tapi oleh pihak perekrut umurnya dituakan menjadi dua puluh dua tahun,” ujar Koyimah.
Kata Koyimah, kakaknya di Yordania bekerja pada majikan bernama Abdul Kareem Yusuf Al-Handawy beralamat di Amman JO 10800, Yordania.
“Awalnya bekerja selama lima tahun kakak saya sering memberi kabar dan kirim uang, namun sejak Mei 2012 sampai saat ini putus komunikasi serta tidak diketahui lagi keberadaannya,” ujar Koyimah.
Koyimah berharap pengaduannya ke Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu bisa membantu untuk menemukan dan memulangkan Siti Lasmini ke kampung halamannya di Indramayu, Jawa Barat.
Di tempat terpisah Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih menyampaikan pihaknya dalam waktu dekat akan meneruskan aduan dari pihak keluarga ke Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri, dengan tembusan ke Kemenaker, BNP2TKI dan KBRI Yordania,” tutupnya (Adn)













Comment