oleh

Operasi Lodaya 2019 Polres Indramayu, Polisi Tembak Para Tersangka Kejahatan 

-Daerah, Hukum-916 views

Tanganrakyat.id, Indramayu – Dalam operasi cipta kondisi Operasi Lodaya 2019 Polres Indramayu menangkap dua puluh satu tersangka dari berbagai tindak kejahatan, hal ini terungkap saat diadakan jumpa pers  di halaman Mapolres Indramayu, Senin (30/12/2019).

Kapolres Indramayu, AKBP Suhermanto mengatakan, mereka ditangkap dalam kurun waktu satu bulan dengan Lima tindak kejahatan yang berbeda, diantaranya dua orang tersangka pencurian dengan kekerasan berinisial NN (39) dan ALP (34).

Operasi Lodaya 2019 Polres Indramayu, Polisi Tembak Para Tersangka Kejahatan. (Foto. C.tisna).

Selanjutnya 7 tersangka pencurian dengan pemberatan berinisial ATP (35), KDM (50), YSF (44), GLN (29), RMT (40), RSM (37), CRT (30).Pencurian kendaraan bermotor berinisial DRN (37), MDN (40), HLM (20), TMN (19), KFN (30), KYT (24).q Pertolongan jahat atau tadah berinisial SDT (25), SYF (27), TRJ (34), DDN (23), AEP (41).

“Serta satu orang tersangka petasan berinisial SKR (69), dan Dari Dua puluh satu tersangka, Lima orang adalah residivist”, ujarnya ujar AKBP Suhermanto.

Bahkan Sembilan orang tersangka di antaranya dihadiahi timah panas, tujuh orang tersangka ditembak pada kaki bagian kiri, satu tersangka ditembak pada kaki kanan, dan satu tersangka ditembak pada kedua kakinya.

Operasi Lodaya 2019 Polres Indramayu, Polisi Tembak Para Tersangka Kejahatan. (Foto. C.tisna).

Mereka ditangkap di Empat belas wilayah berbeda, yakni Kecamatan Cantigi, Sukra, Losarang, Indramayu, Gabus Wetan, Bongas, Sindang, Anjatan, Kandanghaur, Lohbener, wilayah Kabupaten Majalengka, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Subang.

Atas perbuat tersangka Curas akan dikenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 tahun.

Lalu Tersangka Curat dan Curanmor dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 7 tahun penjara.

Dan Tersangka pertolongan jahat atau tadah dikenakan Pasal 481 KUHP dan Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman masing-masing paling lama 7 dan 4 tahun penjara.

“Sedangkan tersangka petasan kita kenakan Pasal 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 diancam dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara setinggi-tingginya 20 tahun”. pungkasnya. (C.tisna).

Komentar

News Feed