oleh

Harapan Baru Peternak Jangkrik di Desa Kertasemaya

Tanganrakyat.id, Indramayu-Desa Kertasemaya, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Warganya selain sebagai petani juga beternak jangkrik.

Sedikitnya ada 25 warga di
Blok Rengas Payung Desa Kertasemaya sebagai peternak jangkrik, mereka merintis usaha dari tahun 2016 lalu dan sampai sekarang terus berkembang.

Dalam satu bulan mereka dapat memanen antara 160 s/d. 640 kg, selain dijual untuk pakan burung juga sebagai makanan cemilan seperti digoreng dibuat rempeyek jangkrik.

Rasilah (45) salahsatu peternak jangkrik mengatakan, kedepan usaha ini sangat sangat bagus prospeknya.

Pasalnya, permintaan pasar terhadap jangkrik tinggi apalagi di musim kemarau meningkat tajam dengan harga jual 1Kg bisa Rp.40.000.

“Meski harga jangkrik tinggi, namun risiko pun ikut meningkat. Karena banyak jangkrik yang mati pada musim kemarau sehingga membutuhkan ketekunan dalam perawatan, ujar Rasilah, Sabtu (17/10/2020).

Rasilah berharap, jika Nina Agustina menjadi Bupati Indramayu, bisa mendorong warga lain beternak jangkrik juga bisa diberi
diberikan bantuan dari Pemerintah daerah. Karena selama ini, lanjut Rasilah, belum pernah mendapat bantuan dari Pemda Indramayu.

“Belum pernah ada bantuan dari Pemerintah daerah Indramayu, kita disini mandiri saja,” tandasnya

Sementara itu, Calon Bupati Indramayu Nina Agustina didampingi Pelawak senior Mpok Atiek yang datang ke Desa Kertasemaya mengatakan, peternak jangkrik menjadi salah satu usaha yang harus dibantu oleh pemerintah daerah, untuk itu, Nina Lucky akan tetap komitmen dalam 99 program prioritas.

“Usaha ini sangat menguntungkan, semoga memberi inspirasi bagi warga lainnya, terutama yang sudah memulai usahanya sebagai peternak jangkrik agar terus dikembangkan,” kata Nina

Ia menambahkan, sebagai wujud komitmen Nina Lucky menjadi pemimpin di Indramayu, pihaknya akan memberikan bantuan modal untuk koperasi sampai dengan 500 juta dan umkm sampai dengan 25 juta tanpa agunan.

“Nah, termasuk Kampung Jangkrik ini juga bisa menjadi penambahan destinasi wisata baru berbasis kearifan lokal,” pungkasnya. (C.Tisna).

Komentar

News Feed