Indramayu, tanganrakyat.id – Keterbatasan fisik tak lagi menjadi halangan untuk meraih kemandirian. Di Indramayu, semangat Sobat Istimewa —sebutan bagi penyandang tuna rungu (Tuli)— telah menjelma menjadi sebuah kedai kopi inklusif bernama “Kopi Teman Istimewa”. Kedai yang diresmikan pada Agustus 2023 ini tidak hanya menyajikan kopi, tetapi juga membuktikan bahwa para penyandang Tuli mampu mandiri, berkarya, dan berdaya saing di dunia kerja.
Kedai yang berlokasi di Jalan Istiqomah No. 19, Lemah Mekar, Indramayu ini lahir dari inisiasi Perkumpulan Sobat Istimewa Kabupaten Indramayu yang telah berdiri sejak tahun 2021.
Sespri Maulana (35), pendamping Perkumpulan Sobat Istimewa, mengungkapkan kebanggaannya. “Melalui ‘Kopi Teman Istimewa’, walaupun kami Tuli, kami mampu mandiri. Kami menunjukan kemampuan untuk berkarya dan layak dalam kehidupan,” ujar Sespri, Selasa (21/10/2025).
Perjalanan Sobat Istimewa menuju kemandirian ini mendapatkan dorongan signifikan dari PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI Balongan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
”Yang lebih membanggakan lagi pada tahun 2023 kita disupport oleh PT KPI RU VI Balongan melalui CSR hingga diberi pelatihan-pelatihan Barista profesional seperti saat ini,” tambah Sespri Maulana.
Ia mewakili rekan-rekannya menyampaikan rasa terima kasih. “Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak terutama pada PT KPI RU VI Balongan yang telah membantu kami hingga kami bisa mandiri dan tentu sangat membantu kami dan yang lebih penting lagi PT KPI RU VI telah mengurangi pengangguran di Kabupaten Indramayu Jawa Barat,” katanya.
Dukungan ini diakui sangat vital. Winanda (23), salah satu Sobat Istimewa dari Karangturi, mengaku kini lebih semangat menjalani hidup. “Di tempat ‘Kopi Teman Istimewa’ saya dan teman-teman ‘Istimewa’ belajar berbagai hal. Ayo teman-teman Tuli (Teman Istimewa) tetap semangat, jangan lupa main ke ‘Kopi Istimewa’,” ajak Winanda melalui Bahasa Isyarat (BISINDO) yang diterjemahkan oleh Sespri Maulana.
Mengambil inspirasi dari “Kopi Tuli” dan “Kopi Sunyi” di Yogyakarta dan Depok, “Kopi Teman Istimewa” menawarkan pengalaman unik. Pelanggan akan dilayani langsung oleh barista tuna rungu. Saat memesan, pengunjung bisa mencoba menggunakan Bahasa Isyarat (BISINDO) atau cukup menunjuk nomor pesanan pada menu yang tersedia, menjadikan kedai ini sebagai ruang edukasi bahasa isyarat yang menyenangkan.
Mas Tri, barista handal yang melatih Sobat Istimewa, berbagi rasa syukurnya. “Kita pesan di situ pakai bahasa Isyarat (BISINDO) atau menunjuk no. di pemesanan. Saya sangat bersyukur bisa berbagi ilmu dengan sobat-sobat istimewa, hingga mereka mandiri punya penghasilan, semoga berkah,” tutur Mas Tri. Kedai ini menyediakan berbagai jenis kopi, termasuk Robusta dan Arabica.
Kini, Kedai “Kopi Teman Istimewa” telah menjadi magnet baru, tidak hanya bagi penikmat kopi dari Indramayu, tetapi juga menarik perhatian dari wilayah Cirebon, Majalengka, dan Kuningan.
Baca juga:
Gelar Sertifikasi Barista, UMKM Purworejo dan Indramayu Siap Naik Kelas!
Sespri Maulana berharap agar ke depannya Pemerintah Daerah juga dapat memberikan dukungan berkelanjutan untuk teman-teman istimewa lainnya di Indramayu, demi terwujudnya kesetaraan dan kemandirian bagi seluruh penyandang disabilitas













Comment