Indramayu, tanganrakyat.id – Kabupaten Indramayu memperkuat komitmennya dalam pelestarian warisan sejarah dengan meresmikan lima bangunan bersejarah tambahan sebagai Cagar Budaya.
Penetapan ini dilakukan setelah melalui kajian mendalam oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), menambah total sepuluh bangunan yang kini resmi dilindungi.
Bangunan baru yang ditetapkan mencakup peninggalan pendidikan seperti SD Negeri 1 Bulak dan SMP Negeri 1 Sindang, tempat ibadah Klenteng An Tjeng Bio, serta jejak militer kolonial Gedong Duwur dan Asrama KNIL.

Ketua TACB, Haji Dedy S Musashi, mengungkapkan bahwa penetapan ini merupakan langkah penting di tengah tantangan pelestarian. Dedy menyoroti minimnya alokasi anggaran pemerintah daerah untuk perawatan bangunan Cagar Budaya, yang berpotensi menyebabkan kondisi bangunan warisan kolonial menjadi kurang terawat. Meskipun demikian, ia sangat mengapresiasi tingginya kepedulian masyarakat Indramayu yang aktif menjaga dan merawat bangunan bersejarah, yang menjadi faktor penentu kemudahan proses kajian dan penetapan.
Dengan adanya lima tambahan ini, Indramayu kini memiliki sepuluh Cagar Budaya resmi namun jumlah tersebut masih sangat kecil. Dari hampir 200 Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) yang teridentifikasi, baru sekitar 5 persen yang telah mendapat status hukum formal.
Lima bangunan baru ini ditetapkan berdasarkan Sidang Kajian dan Rekomendasi Penetapan Cagar Budaya Tahun 2025 yang melibatkan lima anggota TACB, yang menegaskan nilai penting arsitektur dan sejarah dari setiap objek.
Status Cagar Budaya ini membawa konsekuensi hukum yang tegas:
bangunan-bangunan tersebut tidak boleh diubah atau direnovasi tanpa izin resmi dari TACB. Dedy S Musashi menegaskan bahwa tujuan utama penetapan ini adalah untuk memastikan warisan budaya tetap lestari dan dapat digunakan untuk kepentingan publik, seperti pendidikan, penelitian, maupun pengembangan pariwisata daerah.
Tiga Bangunan Bersejarah di Indramayu Resmi Jadi Cagar Budaya
Ke depan, TACB berharap pemerintah dan masyarakat dapat berkreasi untuk mengaktifkan bangunan-bangunan bersejarah ini. Harapannya, situs-situs tersebut dapat dihidupkan sebagai ruang publik yang bermanfaat, mulai dari pusat kegiatan seni, pameran, hingga lokasi sentra UMKM.
“Prinsip kami, merubah sunyi menjadi destinasi,” tutup Dedy, Jum’at (20/11). Pagi melalui saluran Elektronik.
Dedy S Musashi, berharap agar bangunan cagar budaya Indramayu tidak hanya dilindungi secara status, tetapi juga secara fungsional.













Comment