Balikpapan, tanganrakyat.id – PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) resmi memulai pengeboran pengembangan dua sumur sisipan (infill) di Lapangan Kerindingan, lepas pantai Selat Makassar, Kalimantan Timur, yang berlangsung sejak Februari hingga Maret 2026.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya optimalisasi lapangan tua (mature) untuk menguras sisa cadangan migas di puncak struktur yang belum terjangkau oleh sumur-sumur eksisting.
Pengeboran ini menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan dalam menjaga stabilitas energi nasional melalui peningkatan recovery dari aset yang sudah beroperasi puluhan tahun.
Baca juga:
Maaf Saja Tidak Cukup: Menghentikan Sabotase Informasi di Balik Panic Buying
General Manager PHKT, Darmapala, mengungkapkan bahwa proyek ini mengedepankan praktik engineering terbaik guna memastikan efisiensi biaya dan kecepatan operasional tanpa mengesampingkan aspek keselamatan kerja.
Lapangan Kerindingan sendiri merupakan aset historis di Daerah Operasi Bagian Utara (DOBU) yang telah berproduksi sejak 1976. Dengan tambahan dua sumur baru ini, PHKT optimis dapat menahan laju penurunan produksi alami (natural decline) yang kerap menjadi tantangan utama pada lapangan-lapangan migas veteran.
Investasi berkelanjutan di Lapangan Kerindingan diharapkan mampu memperkuat kinerja operasional PHKT sepanjang tahun 2026.
Baca juga:
Terus Tebar Kebaikan, Komunitas Pekerja Kilang Balongan Kembali Salurkan Santunan untuk Anak Yatim
Melalui pendekatan teknis berbasis data, perusahaan terus berupaya memonetisasi potensi reservoir yang masih tersisa guna mendukung ketersediaan migas dalam negeri. Program ini menegaskan posisi PHKT sebagai perusahaan energi yang adaptif dalam mengelola tantangan teknis di wilayah lepas pantai demi keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi Indonesia













Comment