Jakarta, – tanganrakyat.id – PT Hutama Karya (Persero) melalui anak usahanya, PT Hutama Marga Waskita (Hamawas), berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Penghargaan tersebut diberikan karena Hamawas sukses menghadirkan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) Jalan Tol Pertama yang Memiliki Galeri Budaya, yang berlokasi di Rest Area KM 99 ruas tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Kutepat). Seremonial penyerahan rekor ini berlangsung resmi di Gedung Jaya Suprana, Jakarta, pada Kamis Kliwon, (13/08).
Inovasi tersebut dihadirkan sebagai wujud komitmen pengelola jalan tol dalam memadukan standar pelayanan optimal bagi pengguna jalan sekaligus melestarikan kekayaan kearifan lokal. Direktur Utama Hamawas, Dindin Solakhuddin, menjelaskan bahwa kehadiran Galeri Budaya di Rest Area KM 99 dirancang agar tidak sekadar menjadi tempat melepas lelah, melainkan wadah edukasi dan apresiasi terhadap keragaman suku serta tradisi yang ada di Sumatera Utara.
Di dalam galeri ini, pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas interaktif yang sarat akan unsur edukasi budaya. Area tersebut dilengkapi dengan panel infografis mengenai suku dan artefak tradisional, Main Exhibition yang mengangkat cerita rakyat Kabupaten Batu Bara, hingga zona media interaktif berupa permainan edukatif seperti memanah dan Magnifier Finding Kamaruddin. Keberadaan fasilitas ini juga diintegrasikan secara langsung dengan upaya pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.
Langkah inovatif yang dilakukan Hutama Karya dan Hamawas ini turut mendapat apresiasi tinggi dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Anggota BPJT Unsur Masyarakat, Tulus Abadi, menilai sentuhan budaya kreatif di Rest Area KM 99 mampu memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pengalaman berkendara, sekaligus diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi Badan Usaha Jalan Tol lainnya untuk mengangkat potensi kearifan daerah masing-masing.
Baca juga:
Hutama Karya Perkuat Digitalisasi Infastruktur Lewat BIM Dan Lean Construction
Melalui perpaduan fungsi istirahat dan pelestarian budaya ini, Galeri Budaya di Rest Area KM 99 diproyeksikan menjadi ikon serta brand image baru yang memperkuat karakter jalan tol di seluruh Sumatera. Ke depannya, fasilitas publik tersebut diharapkan mampu menarik minat masyarakat luas, khususnya generasi muda, untuk terus mengenal, merawat, dan mencintai warisan budaya bangsa lintas generasi.













Comment