Aceh, tanganrakyat.id – PT Hutama Karya (Persero) mengambil langkah cepat merespons perubahan pola perjalanan masyarakat akibat beroperasinya Jalan Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh). Melalui koordinasi bersama Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kabupaten Aceh Besar pada Jumat (21/8/2026), perusahaan infrastruktur pelat merah ini menyiapkan ruang usaha bagi pelaku UMKM lokal yang terdampak, khususnya pedagang di kawasan Saree.
Kebijakan ini merespons keluhan para pedagang di jalur nasional Banda Aceh–Medan tersebut yang mengalami penurunan omzet seiring beralihnya arus kendaraan ke jalan tol. Menyadari tantangan itu, Kepala Regional Sumatera Bagian Utara PT Hutama Karya (Persero), Taufiq Hidayat, menegaskan bahwa kehadiran infrastruktur tol harus tetap beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.

Sebagai solusi konkret, Hutama Karya menyiapkan skema alokasi khusus berupa 30 persen kios atau sekitar tiga unit kios di setiap rest area Tol Sibanceh yang digratiskan dari biaya sewa. Fasilitas tanpa biaya ini dirancang melalui mekanisme kerja sama strategis antara Pemkab Aceh Besar dan Hutama Karya untuk memastikan para pelaku usaha Saree dapat kembali menjangkau pasar baru dari pengguna jalan tol.
Tidak hanya menggratiskan sebagian kios, Hutama Karya juga menawarkan alternatif keringanan biaya sewa sebesar 50 persen selama satu tahun bagi tenant UMKM lainnya. Kebijakan ini turut menggandeng Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) agar ragam kuliner khas dan kerajinan tangan unggulan Aceh dapat naik kelas dan tampil sebagai etalase potensi daerah di dalam rest area.
Baca juga:
Menanggapi inisiatif tersebut, Kepala Diskopukmdag Kabupaten Aceh Besar, Drs. Sulaimi, M.Si., menyambut positif dan langsung bergerak cepat. Pihaknya berencana segera mendata para pelaku usaha di Saree agar program ini tepat sasaran, sebelum melaporkannya kepada Bupati Aceh Besar guna mematangkan aspek teknis serta kerja sama lanjutan dengan pihak Hutama Karya.













Comment