Jejak Leluhur di Bumi Indramayu: Warga Singaraja Gotong Royong Bangun Mushola di Situs Makam Kuno Ki & Nyai Buyut Masturi

  • Bagikan
Ustad Khaerul Anam, saat melakukan Peletakan batu Pertama Bangun pada bangunan Mushola di Situs Makam Kuno Ki & Nyai Buyut Masturi (Foto: Kang Supardi)

Singaraja, Indramayu Jawa Barat, tanganrakyat.id​Penemuan situs makam kuno di Blok Kedokan Bangking, Jalan Dudukan, Desa Singaraja, Kabupaten Indramayu, menyedot perhatian warga setempat pada Minggu Pahing, (23/8/2026).

Kompleks peristirahatan terakhir yang diidentifikasi sebagai makam Ki & Nyai Buyut Masturi Ki Geden Singaraja ini menampilkan corak batu nisan kuno berukiran daun serta bentuk lingkaran khas tradisi peralihan Islam Nusantara.

​Kehadiran situs bersejarah ini pertama kali terungkap berkat petunjuk spiritual yang dialami oleh Fatkul Hamami, seorang peziarah rutin. Ia menceritakan bahwa penemuan makam bermula pada suatu sore di hari Jumat Kliwon, ketika dirinya didatangi oleh sosok gaib seorang “Nyi” yang berpesan agar dibuatkan sumur di sekitar kawasan makam tersebut.

Komplek Makam Ki & Nyai Buyut Masturi Ki Geden Singaraja (Foto: Kang Supardi)

​Sebagai bentuk penghormatan dan antisipasi lonjakan peziarah, warga Desa Singaraja bersama masyarakat sekitar menggelar aksi gotong royong pada Minggu pagi pukul 08.00 WIB. Kegiatan swadaya ini difokuskan pada peletakan batu pertama pembangunan fasilitas ibadah berupa mushola guna memfasilitasi para peziarah menunaikan kewajiban sholat lima waktu.

Baca juga:

Khaerul Anam Raih Kemenangan Telak! Kuwu Desa Singajaya Terpilih Periode 2026-2033

​Dalam sambutannya, Ketua Jam’iyah Munajat Qur’ani  (JMQ) Ustadz Khaerul Anam, menegaskan pentingnya meluruskan niat dalam berziarah. Ia mengingatkan umat Islam agar murni mendoakan almarhum serta mengingat kematian, bukan justru terjerumus pada praktik meminta berkah, bernazar, atau menyembah kepada makhluk yang berpotensi menimbulkan kemusyrikan.

​Lebih lanjut, Ustadz Khaerul Anam menduga kuat bahwa makam kuno ini merupakan gerbang awal sejarah penyebaran Islam serta jejak tokoh lokal yang berjasa besar membangun peradaban masyarakat di Desa Singaraja. Oleh karena itu, pelestarian nilai-nilai dakwah para leluhur harus tetap berjalan seiring dengan koridor syariat Islam yang lurus.

​Guna mengungkap tabir sejarah yang lebih dalam, pihak masyarakat berencana menggandeng Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu serta para arkeolog profesional. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendata, mengkaji, dan melindungi situs-situs peninggalan masa lampau secara ilmiah agar tetap lestari sebagai identitas budaya lokal.

Makam Ki & Nyai Buyut Masturi Ki Geden Singaraja ini menampilkan corak batu nisan kuno berukiran daun serta bentuk lingkaran khas tradisi peralihan Islam Nusantara (Foto: Kang Supardi)

Baca juga:

Meneladani Jejak Syiar Islam, Keluarga Besar MTsN 2 Indramayu  Dan Kepala Desa Singajaya Ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati

​Melalui sinergi antara pelestarian budaya, penguatan akidah, dan pembangunan fasilitas umum, Situs Makam Ki & Nyai Buyut Masturi diharapkan tidak hanya menjadi wisata religi yang sakral, tetapi juga lambang kebanggaan warga Indramayu. Pembangunan mushola ini sekaligus menandai babak baru penjagaan warisan leluhur yang sarat akan kearifan lokal.

Penulis: Kang Supardi
  • Bagikan

Comment