Teror Dini Hari! Diduga Geng Motor Misterius Mengamuk dan Lempar Botol ke Warga di Jantung Kota Indramayu

Indramayu, tanganrakyat.id – ​Suasana dini hari di jantung Kota Indramayu mendadak mencekam setelah segerombolan pengendara liar yang diduga kuat merupakan anggota geng motor melancarkan aksi penyerangan brutal. Insiden menakutkan ini terjadi tepat di depan Bank Mandiri, Jalan D.I. Panjaitan, Kabupaten Indramayu, pada Sabtu Wage  dini hari (19/09/2026) sekira pukul 04.00 WIB. Tanpa alasan yang jelas, gerombolan beringas tersebut secara tiba-tiba menebar teror dengan melemparkan botol ke arah warga yang sedang melintas di jalanan sepi tersebut.

​Peristiwa bermula ketika empat orang pemuda yang berprofesi sebagai mekanik sekaligus anggota komunitas Vespa baru saja merampungkan kerja lembur di bengkel kawasan Waiki. Dalam perjalanan pulang mengendarai vespa kesayangan mereka, rombongan korban sama sekali tidak menaruh curiga akan adanya ancaman maut di jalan raya. Namun, setibanya di depan Bank Mandiri Jalan D.I. Panjaitan, sebuah kejutan mengerikan seketika memecah kesunyian malam saat mereka berpapasan dengan gerombolan tak dikenal dari arah Sport Center.

​Tanpa dialog dan peringatan apa pun, sebanyak delapan orang pelaku yang mengendarai motor tanpa pelat nomor langsung membabi buta melemparkan botol ke arah rombongan korban. Ican, salah satu korban yang nyaris menjadi sasaran empuk, mengaku masih diselimuti keterkejutan atas insiden yang merenggut ketenangan malam itu. “Saya sempat menghindar saat tiba-tiba sekumpulan orang itu melempar botol,” ujar Ican dengan nada geram, menggambarkan detik-detik menegangkan saat botol melayang tepat di depan wajahnya.

Rombongan Vespa dilempar botol oleh pengendara motor diduga Geng Motor (Foto: Ilustrasi)

​Meski diliputi rasa emosi yang membuncah usai lolos dari maut, para korban memilih untuk menahan diri dari tindakan main hakim sendiri yang justru bisa berujung fatal. Rubby, korban lain dalam penyerangan tersebut, mengungkapkan niat awal mereka yang sempat ingin balik mengejar kawanan pengecut penabur teror tersebut. “Kami sempat mau mengejar pelaku, namun kami urungkan karena kami takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tuturnya, menyadari risiko besar jika meladeni aksi brutal preman jalanan tersebut.

​Tidak terima anggotanya diperlakukan secara semena-mena, komunitas Vespa di Indramayu langsung bergerak cepat untuk membawa kasus premanisme jalanan ini ke ranah hukum. Jaka Purnadi, selaku Ketua SOG (Scooter Owners Grup) Cabang Indramayu, langsung pasang badan dan melontarkan kecaman keras atas aksi koboi jalanan yang masih saja mencoreng keamanan daerah. “Kami akan melaporkan kejadian ini ke Polres Indramayu, dan menuntut pelaku beritikad baik untuk meminta maaf dan klarifikasi atas perbuatan yang dilakukannya,” tegas Jaka penuh murka.

​Di tengah upaya pengejaran keadilan, secercah harapan muncul karena para korban ternyata memiliki daya ingat tajam di balik kepanikan malam itu. Jaka Purnadi menambahkan bahwa para anggotanya sempat merekam jelas ciri-ciri fisik serta wajah dari para pelaku yang sengaja mencoba kabur dari tanggung jawab. “Korban sempat melihat ciri dan wajah pelaku. Yaitu menggunakan jaket hitam, mengendarai sepeda motor Aerox, CBR150 warna merah, dan motor Trail,” bebernya merinci detail penting para pelaku.

Baca juga:

Sekelompok Pelajar Bersenjata Tajam di Jatibarang Di amankan Warga, Nyaris Jadi Bulan-bulanan Massa

​Ironisnya, seluruh kendaraan kuda besi yang digunakan oleh gerombolan pelaku penyerangan tersebut terpantau kompak tidak memasang pelat nomor kendaraan untuk menghindari deteksi kamera pengawas. Kendati demikian, para korban memastikan bahwa wajah-wajah para pengecut berkedok geng motor itu telah tertanam kuat dalam ingatan mereka dan siap diserahkan kepada pihak kepolisian. Kini, warga Indramayu mendesak aparat penegak hukum di Polres Indramayu untuk segera meringkus para pelaku sebelum aksi teror serupa kembali menelan korban jiwa di jalanan kota.

 

Komentar

News Feed