Kabut Asap Karhutla Ancam Tol Trans Sumatera, Hutama Karya Bawa Tangki Air Hingga Perketat Pengamanan

Sumatra Selatan, tanganrakyat.id – PT Hutama Karya (Persero) mengerahkan armada armada darurat dan memperketat kesiapan operasional guna memitigasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerpa sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Langkah sigap ini diambil seiring meningkatnya ancaman kabut asap yang mulai mengganggu jarak pandang serta keselamatan para pengguna jalan di wilayah Sumatra bagian selatan.

​Penanganan difokuskan pada tiga ruas tol vital, yakni Palembang–Indralaya (Palindra), Indralaya–Prabumulih (Inprabu), dan Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka). Kebakaran yang terjadi di sekitar kawasan pemukiman dan ruang milik jalan tol ini memicu kekhawatiran masyarakat, sehingga pengawasan dan tanggap darurat perlu diprioritaskan demi menjaga mobilitas serta keselamatan pengendara.

​Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, pada Rabu Wage, 14 Oktober  2026, menegaskan bahwa penyiapan sarana pemadaman serta koordinasi lintas instansi terus diperkuat sesuai kewenangan perusahaan. Langkah preventif dan tanggap cepat ini menjadi bagian dari komitmen Hutama Karya dalam mendukung program Asta Cita untuk menghadirkan layanan infrastruktur yang aman, andal, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

​Untuk menangani potensi titik api, Hutama Karya menyiagakan serangkaian armada tangki air berkapasitas 1.500 hingga 5.000 liter yang dilengkapi alat pemadam di sepanjang jalur tol. Selain itu, pembaruan peralatan seperti pompa alkon, pembaruan selang, dan penyediaan alat pemukul api (gepyok) disiapkan pada kendaraan patroli. Penanganan terpadu ini juga melibatkan sinergi aktif bersama BPBD, Manggala Agni, kepolisian, damkar, serta pemerintah daerah setempat di wilayah Lampung hingga Ogan Komering Ilir (OKI).

Baca juga:

Perkuat  Konektivitas di Sumatra  Selatan, Hutama  Karya  Siap Fungsionalkan Tol  Palembang Seksi  1-2

​Di samping kesiapan fisik armada, pengelola tol turut memperketat imbauan keselamatan melalui Variable Message Sign (VMS), spanduk, hingga public address. Para pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi area bernoda asap dengan mengurangi kecepatan secara bertahap, menyalakan lampu utama, menjaga jarak aman, tidak melakukan manuver mendadak, serta memanfaatkan tempat istirahat (rest area) terdekat apabila jarak pandang tidak memadai.

 

Komentar